Cerita kali ini datang dari kejadian murid sekolah pas dia SMA dulu, mungkin ini agak beruntung ya dari kisahnya yuk simak aja Cerita kali ini,
Ketika itu adalah tanggal ulang tahun sekolah, gue belajar 3 tahun belakangan ini. Pada hari ultah sekolah merupakan hari yang sangat bahagia bagi kami siswa siswi yang sekolah disana karena kami semua ga dapet jam belajar tentunya dan udah dari 3 hari sebelumnya melakukan berbagai persiapan untuk acara hari itu. Pada hari ultah sekolah kami mengadakan berbagai acara yang sangat heboh dan ga kalah seru pastinya! mulai dari pentas musik, para band, aneka lomba seperti lomba antar kelas sampai lomba modern dance.
Namun lomba modern dance ini tidak diadakan antarkelas, tetapi antar angkatan. Yang membuat acara ini seru adalah suporter dari masing-masing kelas dan angkatan yang saling adu mulut sampai adu jotos untuk team yang mereka dukung! biasalah anak muda seperti kami egonya lagi tinggi-tingginya. Oke kembali ke acara ulang tahun sekolah gue ini dimulai dari pukul 9 pagi.
Namun gue datang pukul 11 siang sengaja sih hehe.. maklum lah anak bandel yang suka nyari sensasi dan sengaja gue datangnya telat hanya untuk nonton band ibu kota dan menyaksikan lomba modern dance saja. Dan akhirnya saat yang dinanti datang juga. Modern dance angkatan kelas 3 yaitu angkatan gue sendiri yang beranggotakan 5 orang.
Namun yang gue kenal dekat hanya Melan yang memiliki nama lengkap Nanda Melanie. Ngomong-ngomong udah kenalin nama chubungan intimnya aja nih nama gue nya belom hahaha, kalian bisa panggil gue Roni nama panjang gausah lah yeee.
Acara pun dimulai dari penampilan kelas 1 lalu diikuti kelas 2 dan yang menjadi penutup adalah kelas 3. Mereka mulai mkata kasark ke tengah lapangan. Pakaian yang mereka kenakan cukup hubungan dewasai. Walaupun di bagian perutnya tidak terbuka. Pakaian yang mereka kenakan cukup ketat pastinya, menonjolkan bagian tubuh bagian tubuh mereka yang baru tumbuh.
Cukup membuat murid murid lelaki cuci mata. Dengan diiringi lagu-lagu modern mereka semua yang muda belia seumuran gue meliak-liukan badannya dengan hubungan dewasai. Seiring lompatan atau gerakan hubungan dewasai mereka bagian tubuh mereka berguncang dengan indah dan bergetar-getar! indahnya serasa dunia saat itu. Mata gue hanya tertuju pada Melan. Selain karena wajahnya yang cantik, ia juga memiliki bagian tubuh yang cukup hubungan dewasai tentunya. Rambutnya yang tergerai panjang menambah hubungan dewasai tubuh indahnya. Walaupun ada pula teman 1 tim dancernya yang saya pikir cukup bohai juga.
Mulai dari bagian tubuh yang lebih besar dari Melan, ia juga memiliki paha yang padet. Namun perhatian gue tetap tertuju pada Melan. Wajar aja gue merhatiin terus, menurut gue dia chubungan intimk paling hubungan dewasai secara fisik maupun nonfisik.
Setelah mereka bermodern dance membangkitkan gairah pada laki-laki, dengan keringat bercucuran di kening, leher sampai bagian-bagian lainnya, mereka segera berganti baju. Melan segera menuju kelas untuk kembali mengenakan seragamnya. Seiring langkahnya berjalan, bagian tubuhnya yang baru tumbuh bergoyang-goyang. Kemudian setelah ia mengambil pakaian ganti dari tasnya, ia pun menuju ke wc untuk berganti baju. Lalu gue ikutin dia dari belakang. Terlihat, tali branya nyeplak karena keringat yg basah ke tubuhnya. wowww sedapnyo.
Setelah mkata kasark itu, ia mkata kasark ke kamar mandi. Tanpa ia sadari bra dan celana dalemnya yg berwarna hitam jatuh di depan pintu kamar mandi. Gue pun langsung saja mengambil bra dan cdnya yang jatuh tersebut dan langsung gue pegang.
Gue pun mkata kasark ke kamar mandi cowo dengan tujuan mau kencing tanpa maksud untuk menyembunyikan ke dua barang tersebut. Di dalam pikiran gue, gue akan berikan setelah gue kencing. Setelah gue kencing, gue liat amelia mondar-mandir di sekitar kamar mandi. Langsung aja gue tegor
“Nyari apa Mel?”
“Eh lo Ron, ini nih gue nyari bra sama cd gue, lo liat gak?”
“Ohhh, ini maksud lo?” Langsung gue tunjukin bra dan cdnya.
“Iya, ni dia yg gue cari. Ni lo nemu dimana?”
“Ni tadi jatoh. Lo ga tau…”
“Oh yauda, thanks ya Ron.”
“Iya sama sama Mel”
“Yauda deh, gue mau ganti baju dulu ya. Gerah banget nih.”
“Ngapain Mel?”
“Ganti baaajuuu… kenapa?? Mau ikuuut??” Tanya Melan dengan nakal.
“Heheheh. Emang boleh Mel??”
“Hmmm…” dia ngeliat ke sekitar. Setelah itu dia langsung nyruh mkata kasark gue untuk 1 kamar mandi dengannya.
“Yauda yuk mkata kasark.”
“Mel, gue mau kencing dulu ya. Lo jangan ngintip.” Langsung gue buka celana gue sambil
ngebelakangin Melan. Terus kencing. dan Tiba-tiba Melan berkata
“Oh my god. Gede banget Ron barang (kata kasar gue) lo” Gue pun kaget.
“Mel, dibilang jangan ngintip. Ko lo ngintip sih?”
“Ah, dasar lo Mel. Yauda, ganti baju tadi katanya mau ganti baju?”
“Yauda” Katanya
Gue pun memakai celana gue lagi.
Melan pun sibuk membuka baju dancenya. Terus celananya. Terus branya. Lalu cdnya.
Gue pun merhatiin semuanya.
“Eh Ron, Jangan ngeliatin dong.” Sambil ia menutupi toketnya yang pulen dengan tangan kirinya. Terus mekinya juga ditutupin sama cdnya yang baru dibuka.
“Hehehe. gue penasaran juga Melll
“Penasaran??”
“Iya”
“Lo juga tadi penasaran sama barang gue kan?”
“Iya sih” sambil ia senyum-senyum.
“Mel, gue mau remes toket lo dong. Boleh ga?”
“Ha? Tai lo Ron. Emang lo siapa gue!!”
“Bentar aja Mel”
“Tapi gue juga pegang barang lo ya Ron? Biar adil.”
“Oh yauda” dan gue pun ngebuka resleting gue. Nyingkap cd gue. Terus ngeluarin kata kasar gue.
Gue dengan semangat ngeremes toket Melan yg pulen. Tapi dia agak takut-takut buat megang kata kasar gue.
“Knp Mel? Pegang dong… gue aja udah megang toket lo nih. Pulen banget sih Mel toket lo?”
“Ihh, gue baru pertama nih megang barang cowo. Hahaha.”
“Suuuustt. Jangan kenceng-kenceng ketawanya…”
dan gue mencoba membawa tangannya buat megang kata kasar gue secara pelan dan sedikit paksaan akhirnya, kata kasar gue pun tersentuh oleh tangan Melan.
“Oowwhhh… kocok dong Mel…” Pinta gue.
Dia pun agak malu pas mau ngocok kata kasar gue.
Akhirnya pelan-pelan dia kocok kata kasar gue. Gue pun sambil ngeremes-remes toket dia.
“Owwhhh… enak Mel… agak kenceng dong megangnya.”
“Iya… ohh gede banget sih Ron?? Lo dah ngaceng ya nih??”
“Iya udah lah. Secara gue ngeremes toket lo udah hasrat gini. Pasti dah ngaceng.”
“Melan… gue isep yah toket lo??”
“Ihh, gila lo ah.”
“Bentar…”
“Yauda nih…” ia pun menyodorkan toketnya ke mulut gue. Tapi ia ngelepasin kocokannya dari kata kasar gue.
“Melan, sambil kocokin kata kasar gue juga dong. Jangan berenti…”
“Uwhh… iya iya… bawel lo ahh…” Dia pun ngocok kata kasar gue agak cepet.
“Aahhhh… ohhhh… enak Mell…” suara gue mendesah. Terus gue kenyot toketnya.
“Ahhh… yg cepet lagi Mel… oohh… uuhhh… ssshhh…” sambil gue cium lehernya, terus ke bibirnya.
“Melan, sepongin dong sebentar…”
“Ha?”
“Sepongiiin… mkata kasarkin kata kasar gue ke mulut lo… terus kocokin pake mulut lo…”
“Aaahhh!! Gak ahh!! Pake tangan aja yah Ron? Nanti aja deh.” Melan nolak.
“Bentar Mell… pengen nihh…” gue memohon.
“Ah lo Ron. Ywdah, tp bentar aja ya”
“iya, sampe keluar…”
“Ahh, tapi peju lo jgn dikeluarin dimulut gue!!”
“Iya, enggak… nanti kalo gue dah mau muncr’t gue cabut kata kasar gue dari mulut lo…”
“Yaudah, maen cepet yaa. Takut dicurigain nih gue ntar sama anak-anak yang laen.”
“iya” jawab gue.
AMelan pun jongkok di depan gue. Mulutnya pas banget udah berhadepan sama kata kasar gue. Gue pun menyodorkan kata kasar gue ke mulutnya. Melan pun tanpa ragu lagi membuka mulutnya lebar. Gue terus dorong semua kata kasar gue mkata kasark ke mulutnya Melan.
Setelah itu dia rapetin mulutnya dan mulai menggerakan mulutnya maju mundur sambil sekali-kali mainin lidah dan bibirnya buat mijet kata kasar gue. kata kasar gue kerasa agak anget. Terus juga ada rasa lembek-lembek enak yg berasal dari lidahnya. Itu semua gue imbangin dengan ikut gerakin kata kasar gue maju mundur.
“Ooohh… Melllll… enaaaaaakkk… mmmhhhhhh… ooohhh… sshhhh…” sambil gue belai rambutnya yg ga terlalu panjang.
“Mmmhhhhh… mmmmhh… mhhhh…” Melan pun mendesah smbil terus nyepongin kata kasar gue.
“Ooohhhhhhhhh… teeruusss Melan… ooohhh… eeennnaaakkk… terus Melan…”
“Mmhh… mmhhhh…”
“Cepetin lagii Melll…” pinta gue.
“Mmmhhh… mhhhh… mmmhhhhhhmmhhhh…” Melan pun sedkit agak kewalahan nyepongin kata kasar gue.
“Aaahhhh… ooouhhhcchhh… enak Mel… oowwwhhhwwwwwhhh… sshhhhhh”
Melan pun semakin mempercepat kocokan mulutnya di mulut gue. Gue pun mengimbangin dengan memajumundurkan kata kasar gue di mulutnya. Saking terasa cepatnya. Akhirnya gue udah ngerasain kalo peju gue mau keluar.
“Aaohhh… Mel… gue mau keluar nihhhh…”
Dengan cepat dia ngelepasin mulutnya dari kata kasar gue. Trus dia berdiri dari yg sebelumnya pas nyepongin gue dalam posisi jongkok. Gue pun meraih tangan kanannya. Terus gue tuntun buat megang kata kasar gue yang udah ngaceng banget karena mau keluar.
“Kocokin yang cepet Melan…”
Melan pun mengocok kata kasar gue dengan cepet. Pas dia lagi ngocokin kata kasar gue, gue kissing bibirnya yang imut, sambil kadang gue remes toketnya yang pulen gak terlalu gede. Akhirnya setelah 3 menit dikocokin pake tangannya.
“Aaarrghhhh… cchhaaaaaa… gue mauuu keluarrrrr nihh…”
“Uwwhh, yauda keluarin aja Ron…” dia pun ngarahin kata kasar gue ke wc biar peju gue nanti langsung ke buang ke lubang wc tanpa berceceran di lantai.
“Aaarghhh… ooooouhhhhhhhh… sssssssshhhhhhhhhhh… aaaaah… gue keluar Mellaa…” akhirnya peju gue pun keluar. peju gue muncrat 6x. dari mulai banyak sampe keluar setetes setetes.
“Oouhwwww… gila Ron, banyak banget peju lo… duuhh kena tangan gue lagi nih…” Melan pun ngelepasin tangannya dari kata kasar gue. Terus dia ngebersihin tangannya yang kena peju gue sedikit pake aer di gayung.
“Uuffhh… iya nih Mell, udah lama sih gue gak aktivitas dewasa… tapi akhirnya sekarang gue malah diaktivitas dewasain sama lo capek nih Mell… Mell bersihin dong peju gue nih dikit lagi pake mulut lo…” pinta gue.
“Apa?” Melan kaget.
“Jilatin dikit nih ujung kata kasar gue, kan masih ada sisa pejunya…”
“Ih males. Gak ah. Geli gue.’
“Yah, tanggung nih Mell… dikit lagi”
“Gak. Nanti aja yah kapan Ron…” Melan memberi harapan.
“Huh. Dasar lo Mell. Tanggung juga nih. Yauda deh.”
“Nih gue bersihin peju lo yang di sini aja nih.” Kata Melan sambil nyiramin aer ke dalem wc yang sebelumnya banyak peju gue.
Setelah nyiramin peju gue yang berceceran di wc, Melan pun kembali berganti baju. Begitu juga gue. Gue pun memakai celana dalem gue lagi kemudian resleting celana panjang gue. Gue perhatiin Melan. Ia keliatan hubungan dewasai banget.
Satu persatu ia kenakan pakaiannya. Mulai dari celana dalemnya yang berwana hitam. Branya yang juga berwarna hitam. Namun ia agak kesulitan saat akan mengaitkan branya. Lalu ia pun meminta tolong gue.
“Ron tolong pakein dong.” Ia pun membelakangi gue meminta mengaitkan pengait branya.
“Tapi ada syaratnya yaa…” ucap gue ngeledek.
“Syarat apaan?”
“Tebak dong”
“Hmmm apa ya. Ga tau ah! Udah cepetan pakein!!” ia pun agak sedikit ngotot.
“Itu tuh.” Gue pun menunjuk ke arah mekinya.
“Ohh ini… lo mau nghubungan intim sama gue?” Melan pun bertanya dengan nada agak sedikit kaget.
“Iaa, gue pengen nghubungan intim sama lo Mell… boleh ga?”
“Anjir lo Ron, apa masih kurang yg skrg?”
“Kurang laaaah… gue mau nyicipin tubuh lo pake kata kasar gue…”
“Aaaaaaaahhh!”
“Sssstt, jangan kenceng-kenceng Mell… Ayoo dong Mellaaa… kapan-kapan yaaahh?? Ga sekarang kok…” ucap gue memohon lagi.
“Gue masih virgin laaahh Ron.”
“Ahh yakinnn lo??”
“IYA!”
“Kalo dari toket lo yg gue pegang tadi sih kayanya lo udah ga virgin deh…”
“Hah? Tau dari mana lo???”
“Ya tau laaahh, kalo toket chubungan intim yang udah ga virgin tuh udah agak kendor sedikit, ga terlalu sekel banget…”
“Hahhha gila ya lo, kayanya udah ahli banget nih soal beginian”. Sambil dia sibuk merapikan bajunya.
“Iya dong, makanya kapan-kapan mau nyoba nghubungan intim sama gue ga?”
“Hmmm gimana yaaaaa, yaa liat nanti aja deehhh”. Sambil berkaca di cermin kecil sambil merapikan rambut dan poninya.
“Yawdahhh nanti kapan-kapan kita coba yaa??” Ucap gue memastikan.
“Iya ahh, yauda, gue mau balik ke anak-anak dulu nih. Ntar gue dicurigain lagi ganti baju doang kok lama banget.” Dia pun membuka pintu dan keluar dari kamar mandi.
“Sipp, ati2 lo. Thankss Mella atas handjob dan blowjob lo… Hehhhe””
Haahh, bakalan enak nih kalo seandainya nanti gue ML sama dia” Pikir gue. dan setelah berapa menit gue keluar dari toilet tersebut perasaan menyesal pun datang menghampiri! biasalah penyesalan selalu datangnya belakangan dan ga pernah duluan! menyesal kenapa Ron?
he… menyesal kenapa ya ga gue paksa Mell untuk langsung aja ngajakin hubungan intim!hahahaha…
sambil ngebayangin seandainya pas didalam toilet chubungan intimk tersebut gw hubungan intim sama Mell, tapi gw punya obsesi untuk ngedapetin perawan si Mell bagaimapun caranya gw harus yang pertama tidurin dia kalau masih perawan.