Advertisement
Sponsored

Pengalaman Pertamaku Saat Kelulusan Sekolah

User Img Profile
Cerita Dewasa @ceritadewasa 17 Dec 2025
Report Share

Cerita hubungan dewasa dibawah ini merupakan kisah pertamaku, dan tokoh yang di dalamnya sudah saya samarkan namanya yaitu dengan pacar saya sendiri namanya Dian sedangkan saya namanya Arka, saya dan Dian berpacaran mulai kelas 3 SMA awal mula bisa dekat yaitu sering saya menghantarkan Dian untuk pulang kerumah soalnya jalur kami satu arah, dari situ kami mulai dekat dan berpacaran sampai sekarang.

Dian sendiri adalah seorang gadis yang bertubuh kecil, tak terlalu tinggi, mungkin tak lebih dari 155 cm dan tubuhnya bisa dibilang kurus, namun ia memiliki ukuran toket yang besar. Sampai-sampai teman-temanku sering berkata kalau hasrat hubungan dewasanya pun pasti besar.

Tetapi yang membuat aku mencintainya bukanlah, sikap manja dan tawanya yang lepas membuat aku senang dan nyaman saat bersamanya.

Hubungan pacaran kami seperti gaya pacaran remaja pada umumnya, pergi ke mall, nonton bioskop atau makan di restoran cepat saji, dan sebagainya.

Tetapi memang setelah pulang sekolah biasanya aku mampir ke rumahnya untuk sekedar ngobrol atau mengerjakan tugas bersama. Di rumahnya biasanya ada ibunya dan juga adik laki-lakinya yang masih SMP.

Satu hari sebelum liburan perpisahan sekolah kami, seperti biasa aku mengantarnya pulang dan mampir ke rumahnya. Ternyata hari itu ibunya sedang pergi ke luar Kota bersama adiknya untuk menjenguk kakaknya yang kuliah dan sedang sakit di sana. Sedangkan ayahnya memang biasa pulang malam. Jadilah di rumah itu hanya ada kami berdua.

“Mau nonton VCD ga? Aku punya VCD baru ni,” katanya seperti biasa dengan ceria.
“Boleh,” sahutku.
“Bentar ya, aku ganti baju dulu, bau nih,” katanya sambil berjalan menuju kamarnya.

Aku pun memkata kasarkkan keping VCD ke dalam VCD playernya sambil menunggu ia ganti baju.

Tak lama ia pun kembali ke ruang tengah dengan celana pendek sekitar 20 cm di atas lutut dan kaos ketat. Kami pun menonton film dengan duduk bersebelahan di sofa. Film yang kami tonton waktu itu adalah film dengan genre drama dengan cerita yang romantion dan ada sedikit adegan actionnya.

Kugenggam tangannya dan menariknya menempelkan bahunya dengan bahuku, ia pun merapat dan lenganku pun kini berada di atas toketnya yang kenyal. ia sudah terbiasa dengan hal ini, toh biasanya pun seperti itu tiap kali nonton di bioskop atau di perjalanan.

Semakin lama posisi duduknya makin bergeser dan kini ia tiduran dengan kepalanya berada di atas pahaku.

“Cantiknya gadisku ini,” pikirku dalam hati. Tanganku pun kuletakkan di atas perutnya. Ketika ada adegan panas di film, kurasakan nafasnya berubah. Terus terang aku pun merasa terangsang melihat adegan yang ada di film itu. Pelan-pelan kugeser telapak tanganku ke atas toketnya, tetapi ia menolaknya.

Karena terbawa suasana, kucium keningnya dan ia tersenyum kepadaku. Kulanjutkan dengan mengecup pipi dan kemudian bibirnya. ia pun membalas ciumanku di bibirnya yang mungil itu. Itu adalah ciuman pertama kami.

Ciuman yang awalnya hanya menempel kurang dari sedetik, kini sudah menjadi ciuman penuh hasrat. Lidah kami saling bermain dan tangan aku pun tanpa sadar sudah meremas-remas toketnya yang kenyal itu.

Tiba-tiba ia bangun dan duduk di sebelah saya,

“udah ya, nanti keterusan lagi”.
“Maaf ya, abisnya kamu gemesin sih. Tau ngga, itu tadi ciuman pertamaku lho,” ujarku polos.
“sama,” jawabnya lagi sambil menampilkan senyumnya yang bikin aku makin cinta itu. Kami pun meneruskan menonton film sampai selesai.

Setelah film selesai, ia bangun dari duduknya,

“Mau ke mana?” tanyaku.
“Mau beresin baju dulu buat besok,” jawabnya.

Memang besok kami akan pergi ke luar kota bersama seluruh teman satu sekolah.

“Mau dibantuin?” tanyaku lagi.
“Ayo,” jawabnya sambil berjalan ke kamarnya.

Saya pun mengikutinya ke kamarnya dan inilah pertama kalinya aku mkata kasark ke kamarnya. Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau ia masih manja, dengan cat pink dan tumpukan boneka di atas ranjangnya.

Dia mulai mengeluarkan baju-bajunya.

“Yang ini jangan dibawa, terlalu hubungan dewasai,” kata aku ketika ia mengeluarkan bajunya yang memang tipis dan berbelahan dada besar.
“Jangan protes doang, nih beresin sekalian,” jawabnya seolah protes dengan memasang wajah ngambek, tetapi lagi-lagi tetap terlihat manja.

Saya pun mengambil alih lemarinya dan aku pilih-pilih baju yang aku pikir cocok untuk dibawanya. Tiba-tiba muncul ide iseng untuk memilihkan juga pakaian dalamnya. Kuambil satu yang berwarna krim,

“ih jangan pegang-pegang yang itu” jerit manjanya sambil berusaha merebut dari tanganku.

Saya pun berlari menghindar, “Wah ini toh bungkusnya, gede juga,” candaku.

Dia pun menarik tanganku dan memelukku untuk merebut bra dari tanganku yang lain. Segera saja kucium lagi bibirnya dan ia pun membalas ciumanku.

“emmmh…emhhh,” suaranya mendesah sambil tangannya memegang tanganku.

Kudorong tubuhnya ke ranjang sambil kami terus berciuman. Kini posisiku ada di atasnya dan menempel di tubuhnya. Terasa betul toket kenyalnya menempel di tubuhku. Kugeser tubuhku ke sampingnya agar dapat meremas toketnya.

“emmmh…emhhhhh…emhhhh,” desahnya makin jelas

Dan kini tangannya sudah menyentuh kata kasarku dari luar celana. “Sudah hasrat banget,” pikirku.

Perlahan-lahan kumkata kasarkkan tanganku ke dalam kaosnya dan meremas toketnya langsung. Kuangkat kaosnya keatas sehingga terlihat toketnya yang besar terbungkus bra krim. Segera kuciumi kedua toketnya itu dan tak lama ia pun melepas sendiri bra tersebut. Benar-benar toket yang besar dan indah, warnanya kecoklatan dengan puting yang lebih gelap. Kumainkan kedua putingnya, kujilati bergantian.

“emmmh….emhhhh…kamu juga buka dong,” pintanya sambil menahan desah.

Segera saja aku membuka baju seragam dan celana sekolah hingga tinggal celana dalam. Kulanjutkan dengan membuka celana pendeknya.

“celana dalamnya jangan,” tolaknya ketika aku akan menarik lepas celana dalam coklatnya.

Kulanjutkan jilatan-jilatanku di puting toketnya, tangan kiriku memainkan puting yang satu lagi, sedangkan tangan kananku menggesek-gesek organ intimnya dari luar celana dalam.

“Enak?” tanyaku.

Dia hanya mengangguk sambil meremas-remas kata kasarku dari luar celana dalam. Tiba-tiba ia menarik keluar kata kasarku.

“dibuka aja ya?” tanyaku sambil kubuka celana dalamku.

Tangannya semakin kuat meremas-remas kata kasarku, sementara tangan kananku mulai memkata kasarki organ intimnya dari samping celana dalamnya. Kugesekkan jari telunjukku ke bibir organ intimnya yang sudah sangat basah itu. Pelan-pelan kumkata kasarkkan jariku ke dalam organ intimnya, kulihat kepalanya mendongak ke atas sambil terus mendesah.

“Boleh dimkata kasarkin ga?” tanyaku sambil menatap wajahnya yang sekarang terlihat begitu menggairahkan.
“Pelan-pelan ya,” jawabnya dengan nafas terengah-engah.

Mendapat persetujuan, aku pun berjongkok di samping ranjangnya dan di antara kedua kakinya. Kutarik lepas celana dalamnya sehingga kini untuk pertama kalinya aku melihat langsung organ intim seorang gadis.

organ intimnya berwarna coklat dan kedua bibir organ intimnya begitu rapat seolah tak ada lubang di sana. Bulu-bulu kemaluannya yang tipis sudah terkena lendir-lendir yang keluar dari organ intimnya ketika kumkata kasarkkan jari telunjukku tadi. Kucium organ intim tersebut,

“iiiihh, apaan sih. Jangan dicium, jijik ah, “ tolaknya sambil kedua telapak tangannya menutup organ intimnya.
“Abis imut sih,” kataku sambil tersenyum.

Kulepaskan kedua tangan yang menutupinya dan langsung kugesek-gesekkan kata kasarku ke organ intimnya. Sesekali kujilat-jilat kedua putingnya.

“ehmmm…ehhhhm….” lenguhnya makin tak jelas.
“Arka, mkata kasarkin Arka, mkata kasarkin….emmmhhhh,” pintanya dengan penuh hasrat.

Segera kudorong kata kasarku memkata kasarki lubang organ intimnya, begitu sempit namun karena sudah dipenuhi cairan-cairan, akibat rangsangan tadi, perlahan-lahan kata kasarku kun menembus organ intimnya.

Pengalaman Pertamaku Saat Kelulusan Sekolah
“Oooooooh…ohhhhhhh,” kali ini aku pun ikut mendesah keenakan.

Setelah kata kasarku mkata kasark seluruhnya, kurasakan denyutan-denyutan organ intimnya menjepit kepala kata kasarku, begitu nikmat. Kutatap wajahnya, mata kami pun berpandangan seolah membuat kesepakatan untuk mulai memompa.

Kutarik pelan-pelan kata kasarku lalu kumkata kasarkkan kembali pelan-pelan.

“enak banget Arka. Aduh enak banget….emmmmhh,” teriaknya makin meracau.

Semakin lama kocokan kata kasarku semakin kencang. Kedua tanganku pun terus memainkan kedua puting toketnya, sambil sesekali meremasnya dan menjilatnya.

Dia pun menarik tubuhku memeluknya. Kini tubuh kami serasa menempel, toketnya menempel di dadaku yang telah berkeringat. Bibir kami berpagutan dan lidah kami saling membelit. Nikmat sekali. Hanya kata kasarku yang masih bisa bergerak keluar mkata kasark organ intimnya.

“Arka…..ohhhhh…ohhhh….Leeex ,” tiba-tiba tubuhnya menegang kemudia lemas sebentar.
“Kamu keluar ya?” tanyaku sambil menghentikan kocokan kata kasarku namun masih terbenam di organ intimnya.
”Iya, enak banget, enak banget. Kamu belum ya?” jawabnya sambil kepalanya menggeleng-geleng pelan seolah baru merasakan sangat enak.

Tak kujawab pertanyaannya tetapi kembali kukocok kata kasarku.

“Jangan cepet-cepet, masih geli,” katanya.

Karena memang sebetulnya aku pun hampir ejakulasi, tak lama kemudian aku pun mengeluarkan cairan kental dari kata kasarku.

“Ohhhhhh…ohhhhh…Rin….Riiinn ,” racauku sambil menyemprotkan maniku ke dalam organ intimnya.

Kucabut kata kasarku dan tidur di sebelahnya. “Enak banget, makasih ya Rin,” ucapku. ia hanya tersenyum dan memeluk aku dengan kepalanya bersandar di dada saya. Setelah itu kami pun mandi bersama.

Besoknya di acara liburan perpisahan sekolah, kami menjadi semakin rapat seperti sepasang pengantin baru. Kami pun beberapa kali mengulangi aktivitas hubungan dewasa di rumahnya. Hingga akhirnya kami berpisah jarak karena harus kuliah di kota yang berbeda dan berujung dengan putus karena sulit mempertahankan pacaran jarak jauh.

Cerhubungan dewasa Cerhubungan dewasa Cerita mesum Cerita Dewasa
31 0