Advertisement
Sponsored

Pistol Hipnotis

User Img Profile
Cerita Dewasa @ceritadewasa 15 Nov 2025
Report Share

Aku dikeluarkan dari pekerjaan oleh bosku, dia sangat jahat dan keji kepada semua karyawan namun aku mengetahui ternyata keluarganya memiliki perempuan – perempuan yang cantik dan hubungan dewasai, waktunya pembalasan buat boss kata kasar!

( Santi istri dari Pak Hadi )

“Kamu saya pecat!! DASAR KARYAWAN kata kasar” Bosku memecatku tiba tiba ketika aku berhasil mencapai targetku. Dia mendorong tubuhku dan mengusirku dari ruangan. Aku tidak diberi. tahu apa yang membuat diriku dipecat olehnya.

Aku tidak dapat pesangon, perusahaan ini benar benar kejam. Dia mementingkan penampilan yang ganteng dan cantik daripada yang teguh dan tulus dalam pekerjaan.

Aku benar benar pusing ketika aku menarik tasku dan berjalan menggunakan motorku yang butut. Motor manual yang sering tiba tiba mati.

Keluargaku yang dikampung menunggu duit dari diriku. Aku punya adek 2 yang masih sekolah bagaimana jika aku tidak bisa menafkahi mereka. Kedua orang tuaku cuman buruh petani dan selama ini mereka hanya menyumbangkan makan saja sisanya dari duit gajiku.

“Pak Hadi Anjing” Aku menendang tempat sampah ketika aku samapi pakiran motorku

Pak Hadi sering sekali memkata kasarkkan orang dalam dari kenalannya dan membuang orang lama yang dia percaya demi sepogoh uang. penyuapan sangar lazim disini. Mungkin alasan itu.

Aku berjalan sembari memikirkan apa yang harus aku lakukan. Aku baru saja membayar kosku dan duit tersisa seratus ribu.

Di tengah jalan motorku berhenti tiba tiba. Aku menurunkan tubuhku dan aku mulai mencoba menyalakan dengan keras. Tidak ada hasil yang terjadi. Aku melihat disekitar apakah ada bengkel.

Aku melihat sebuah toko yang unik, dia menjual barang barang bekas.

Aku menghampiri untuk mencari apakah ada sparepart motor untuk setidaknya menyala sedikit.

“Halo bang, kenapa motornya.” Seorang kakek kakek menghampiriku sepertinya dia yang punya toko tersebut.

“Mau cari barang buat nyalain motor.” Ucapku

“Owalah disini ga ada hehe biasanya ini barang bekas. Wajah abang pucat banget.” Kata kakek tersebut dengan perawakan kumuh namun tidak bau sama sekali.

“Saya dipecat dari perusahaan tiba tiba dan saya sedang bingung karena harus menafkahi orang tua saya di kampung.” ucapku

“Wah bosnya jahat juga ya.” Aku hanya mengangguk, jujur aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Kakek itu pergi ke dalam toko dan memberikan pistol hipnotis.

“Pistol? untuk apa saya tidak akan membelinya.” Ucapku

“Wah gapapa gratis ko untuk kamu, saya pernah jadi kamu dan mungkin toko ini sudah tak lama lagi tutup karena usia saya hehe.” ucap Kakek itu dengan tersenyum

“Fungsinya apa si? hipnotis orang?” tanyaku

“Kamu dipecat sama bos jahatmu kan? coba hipnotis yang buat bos mu sengsara.” kata kakek itu

aku langsung kepikiran keluarganya Bu Santi dan anak anaknya. Pak Hadi mempunyai istri yang sangat cantik hal itu membuatku berpikir untuk merebutnya. Balas dendam akan tiba mulai hari ini. Aku berterimakasih sekali kepada kakek tersebut.

“Tapi pistol itu ada pelurunya dan kamu harus ke toko saya untuk membelinya hehe. Saya gratiskan kamu untuk cari uang disitu masalahnya agak mahal harga pelurunya.” Jelas Kakek itu.

“Berapa kek? saya akan cari berapapun.” Aku sangat bergairah

“3 juta satu peluru dan di dalam pistol itu terisa 5 doang, pistol tersebut mempunyai slot 7.”

“Kamu tidak bisa hipnotis saya karena saya ada mantranya hehe.” Ucap kakek itu bercanda

“Saya tidak niat ke kakek ko saya miat ke keluarga bos saya yang jahat dan kejam ke saya.” Ucapku

Dia tersenyum dan aku mulai mencari dari ponselku untuk memesan gojek ke alamat rumah bosku, aku menitipkan motor bututku lalu gojekku datang 5 menit kemudian.

Aku datang dengan lugu dan mkata kasark ke area depan rumahnya. Rumahnya dijaga oleh satpam. Aku membayar gojeknya lalu turun depan rumah. Pak Satpam datang dan memandangku dengan sinis.

“Ada apa kesini baju lusuh begini! Siapa kamu !!!?” Ketus Pak Satpam

“Saya karyawannya Pak Hadi, katanya Saya datang saja kerumah kalo ada apa apa.” Ucapku dengan lembut. Semoga bohongku tak dicurigai

“Saya telpon dulu Pak Hadi.” Katanya

Ketika Pak Satpam membuka ponselnya, Aku menodong pistol hipnotis itu lalu aku menembak di kepalanya. Peluru berwarna merah menempel di kulitnya seperti lem. Aku tidak tahu apakah itu sakit atau tidak.

Perumahan Pak Hadi sangat sepi jadi mungkin tidak ada yang sadar. Pak satpam terdiam diri.

“Pak sekarang saya tuanmu bukan Pak Hadi. Ikuti kata saya.” Aku tersenyum kecil

“Baik tuan, bapak adalah tuan saya sekarang.” Ucap Pak satpam dengan tatapan kosong.

“Saya Erno, Orang yang akan menghancurkan hidup keluarga Pak Hadi. Tolong Buka pintunya” Suruhku

“Baik Tuan.” Pak Satpam membuka pagar rumah dan di dalam terpampang mobil fortuner hitam dan mobil alphard yang mewah dengan bodi mobik mulus.

“Pak, ada siapa aja dirumah?” Tanyaku

“Ada Bu Santi dan Ka Wusa, Ka Dinda sedang sekolah.” Ucap Pak Satpam.

“Ka Wusa tu yang kerja di perusahaan pak Hadi kan? kenapa dia ga kerha hari ini.” Ucapku

“Dia malas pak jadi datang kalau ada investor buat narik perhatian. Dia memiliki badan yang bagus dan wajah yang cantik.” Ucap Pak Satpam

“Haha Wusa akan jadi pelacurku nanti.” Kataku

Pintu rumah diketuk oleh Pak Satpam.

“Kenapa pak?” Sepertinya suara dari Bu Santi.

“Ada tamu nyonya yang ingin ketemu nyonya.” Ucap Pak Satpam dengan lembut.

“Siapa si pak? ga ada ngabarin saya di hp saya.” Bu Santi membuka pintu dengan nada sinis.

Bu Santi memakai gaun muda dengan jilbab hitam, Dia memiliki bagian tubuh yang besar meskipun masih tertutup oleh baju dan jilbab. Gaun pinknya cocok di tubuhnya yang membuat dirinya semakin hubungan dewasai.

“Ini ada tamu nyonya, Tuan Erno.” Kata Pak Satpam.

“Halo Bu Santi, Saya Erno karyawan perushaan Hadicop, perusahaan suami ibu.” Kataku dengan ramah.

“Apa urusan dengan saya?” Tanya Bu Santi dengan ketus

“Suami ibu mecat saya dan saya akan merusak keluarga Pak Hadi seperti Pak Hadi menghancurkan hidup saya.” Kataku dengan tersenyum sinis.

“Maksudmu apa?? saya bisa laporkan polisi. Pak keluarkan dia.” Bu Santi menaikan nada bicaranya

“Pak tolong pegang kedua tangan wanita hubungan dewasai ini, akan saya jadikan budak hubungan dewasa yang melayaniku.” pintaku.

Pak satpam segera mengikut perintahku dan kedua tangan dipegang erat. Bu Santi kaget dan mencoba melepaskan tubuhnya.

“Kamu mau apa??? Pak kenapa bapak pegangin saya. Lepasin lepasiiinnn!!” tanya Bu Santi dengan khawatir

Pistol aku todong ke wajahnya.

“Kamu hubungan dewasai banget santi, kamu akan menjadi milikku.” Kataku dengan tertawa

“Saya kasih apapun yang kamu mau asalkan pergi dari sini, kamu pasti butuh duit kan akan saya kasih.” Bu Santi berkeringat semakin panik.

“Diam santi, kau berkeringat tau, tapi gapapa si makin hot jadinya.” Kataku

“Lepasin pak tolong” Ucap Bu Santi yang tak bisa bergerak bebas sedikit pun.

“Saya bukan pengen uang tapi pengen semua yang ada di hidup Pak Hadi. Saya akan rebut semua termkata kasark kamu Santi hahaha.” Aku menaruh pistol di kepalanya dan ku tembak saja.

Peluru dilepaskan dan wajahnya kosong. Aku melambaikan tangan dia tidak merespon sama sekali.

“Hahaha istrimu sudah saya hipnotis pak, kau akan rasakan penderitaan panjang mulai sekarang.” Kataku sambil meraba wajahnya dan meraba bagian tubuhnya. Benar saja bagian tubuhnya lebih besar dari tanganku, dia tobrut dan hubungan dewasai.

“Apakah saya sudah selsai tuan?” Tanya pak satpam.

“Sudah pak balik kerja lagi.” Pintaku. Pak Satpan melepas eratnya dan langsung pergi. Aku tersenyum dan mulai meraba seluruh tubuhnya sambil memegang organ intimnya juga.

“Ayo santi mkata kasark.” Kataku

“Iya tuan.” Pintu ditutup dan aku duduk di sofa yang bersih dan wangi. Interior mewah dan megah dengan lantai marmer. Santi sangat beruntung mempunyai suami kaya seperti Pak Hadi namun kini nasib hidupnya akan berubah dari tanganku.

Seorang pembantu dengan usia tua datang ke sofa dengan ramah dia tersenyum kepada santi.

“Nyonya, ada tamu ya.” ucap Pembantunya

“Bu maaf saya lagi pengen nenangin dia lagi pusing katanya, saya psikolognya. Bawakan saja gelas kosong.” Kataku

“Wah oke mas.” Dia langsung segera ke dapur. Sebelum dia datang ke sofa lagi aku meremas bagian tubuh Bu santi. Tak ada respon sama sekali.

Tak lama gelas kosong datang dan pembantu itu balik ke dapur lagi.

“Kamu sayang sama Pak Hadi?” tanyaku

“Iya tuan aku sayang suamiku, dua pekerja keras dan sayang dengan keluarganya.” Kata Bu Santi dengan wajah datar.

“Tapi kayaknya mulai sekarang kamu ga boleh cinta lagi, aku adalah tuan kamu. Perintahku mutlak itu berjalan dengan hatimu yang tunduk di depanku. Seluruh hidupmu diatur olehku ya Santi.” Jelasku

“Baik tuan, aku berhenti mencintai suamiku.”

“Aku kepengen kencing tolong bukain celananya dong.” Ucapku

Santi langsung membuka celanaku dan menunjukkan kata kasarku yang sudah ngaceng. Ku ambil gelas kosong dan ku tuangkan air kencing di gelas tersebut. Dengan benar aku menaruh tanpa ada satupun yang tumpah.

“Santi, kamu minum air kencingku dan telan.” Santi melakukan dan menelan air kencingku.

“Saat aku menjetikkan jari, kau kembali normal namun tubuhmu masih mengikutiku.” Aku menjetikan jari

“APAAAN INI AKU GA BIA GERAK. Kamu ko duduk siini Tolonggg.” Ucapnya namun aku sempat menutup tanganya.

“Kau jangan banyak bicara sekarang tubuh kamu mutlak tunduk kepadaku. Sekarang diam.” Bibirnya tutup rapat, aku meraba bagian tubuhnya. Santi menggelengkan kepalanya karena hanya itu yang bisa ia gerakkan sendiri.

“Hmmmm hmmm” Santi mulai mengeluarkan air mata.

“Kamu pake hijab abis dari mana Santi, rapi amat coba deh gaunya angkat terus pahanya dilebarin.” Pintaku.

Santi menaikkan gaunnya kemudian melebarkan pahanya hingga celana dalam berwarna cream terpapar jelas. Aku meraba dan pelan pelan menggesek.

“Oh ya Santi, enak ya kalau nanti aku gantiin suami kamu terus kita jadi suami istri.” Aku meremas keras bagian tubuh Bu Santi. Dia seperti menahan teriakan.

Aku menjetikkan jari lalu aku melepas tanganku di tubuhnya. Santi mendekatiku dengan manja.

“Tuan aku mau jadi istrimu, kapan aku bisa ceraikan suamiku?” Tanya Santi dengan manja dan liar

“Aku mau kamu rubah dulu harta suami jamu jadi kamu, nanti jadi dia ga ada apa apa.” Aku mencium bibirnya, dia pun membalasnya menggunakan lidah. Wanita yang ku perkirakan umur 50an masih mantap untuk hubungan dewasa.

“Baik tuan, akan aku lakukan.” Ucap Santi yang memegangku dengan Erat.

“Santi buka dong gaun dan jilbab kamu perlihatkan bagaimana tubuh indah kamu.” Pintaku

Dia langsung membuka gaunya dan jilbabnya. Terpampang rambut hitam panjang menghiasi kepalanya dan BH berwarna hitam. Tubuhnya mulus dan bersih. Perawatan mahal sepertinya.

“Ini tuan tubuhku untuk kamu.” Katanya

“hubungan dewasai sekali kamu, tadi kenapa tatapan sinis kepadaku. Tunduk dan cium kakiku.” Kataku

“Maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud begitu, maafkan santi tuan.” Dia menundukkan kepala dan mulai mencium kakiku, dengan lidahnya dia menjilat jemariku yang bau sikil.

“Santi duduk disampingku lalu kulum kata kasarku.” Pintaku. Santi segera menaikan tubuhnya dan duduk di sampingku, mulutnya mengarah ke kata kasarku lalu segera mengulumnya. Aku melepas tahi BH nya kemudian aku menaruh di lantai. Aku melihat bagian tubuh Santi besar dengan pentil coklat. Memang tidak bulat sempurna namun aku sangat dorongan dewasa melihatnya. kata kasarku semakin tegang.

“HNMMMMMM ENAKKKK OHHHHH HMMMM kata kasar KAMUU ENAK TUAN.” Santi sangat bergairah dan mengocok dengan agresif.

“Enak ini atau suami kamu?” tanyaku

“ENAKKKAN KAMU TUAN, kata kasar TUAN LEBIH ENAK, SUAMI AKU kata kasarNYA KECIL AKU GA SUKA, AKU GA MAU NGULUM kata kasar DIA LAGI, AKU CUMAN MAU kata kasar KAMU TUAN.” Santi semakin liar. Seorang perempuan yang ku tahu anggun dan berwibawa sekarang terlihat seperti pelavur murahan.

“Santi kamu kulumnya enak banget aku suka.” Aku menekan kepalanya sampai terdengar suara tenggorokan. Dia melepas kulumnya hingga lendir memenuhi mulutnya.

“OUGHHHHH MAKASI TUAN, AKU AKAN MELAYANI kata kasar KAMU DENGAN SUNGGUH SUNGGUH.” Kata Santi

“Kulum lagi santi belum keluar air maninya.” Ucapku

“AHHHHHH HMMMMM ENAK BANGETTT KULUM kata kasarLL TUANN.” Dia mengulum terus.

Aku cukup kaget karena ternyata sang pembantu melihat ku dengan Santi dari tadi.

“Nyonya… kenapa nyonya ngulum punya cowo lain.” Ucap sang pembantu

“Kamu tau bu, ini sedang dalam proses jati diri santi, yang kamu taukan tentang santi cuman wanita berwibawa. Kamu ga tau kalau Santi gila hubungan dewasa dan terobsesi menjadi pelacur sejak dulu.” Ku karang cerita ini sambil mengelus kepala Santi.

“Tapi Nyonya ga pernah begini sebelumnya, Nyonya hentikan.” Ucap penbantu yang sedikit panik

“Santi marahin dia dong si tua itu berisik banget.” Ucapku dengan bisik ke Santi

“Eh Mbok uti jangan sok ikut campur urusan saya, mau saya kulum kata kasar cowo lain kulum pak satpam atau kulum siapapun bukan urusan kamu, sekarang kamu pergi ke dapur dan kalau kamu bilang ke Pak Hadi, akan saya pecat kamu.” Ketus Santi dengan tatapan sinis.

“Maaf nyonya.” Mbok uti balik ke dapur.

“Santi pintar sekali marahnya.” pujiku

“Iya tuan, apapun akan ku lakukan untuk kamu.” Ucap Santi yang mengulum kata kasarku.

Tak lama air maniku keluar dari dalam mulut Santi. Santi menelan lalu tersenyum. Dia menjilati pelerku dan menciun kata kasarku.

“Sekarang berdiri dan menari tanpa busana di depanku.” Santi mengikuti arahan. Dia berdiri dengan hubungan dewasai dan menari seperti penari tiang. Pantatnya dilekukkan dan lidahnya dikeluarkan dari mulut. Santi menggodaku dengan mendekati payudarnya ke wajahnya.

“Tuan mau apa lagi dari aku? aku rela menukar apapun untuk membuatmu senang.” Ucapnya dengan manja

“Santi aku mau kamu transfer ke rekeningky sejuta setiap hari, kamu kan orang kaya mana mungkin abis kan, aku mau kuras harta suami kamu.” Ucapku

“Baik tuan, aku bakal kirim sejuta setiap hari ke rekeningmu. biarkan harta suamiku habis olehmu tuan.” Santi tersenyun dengan senyum manja.

“Santi datanglah kepadaku dan mkata kasarkan kata kasarku di organ intimmu.” Perintahku. Santi memegang bahuku lalu mencium bibirku.

Kita french kiss sembari aku mencubit pentil dirinya. Santi memegang kata kasarku dan mencoba memkata kasarkan ke organ intimnya yang bersih dari bulu. Aku menjetikkan jari.

“Apaaan ini, HEIII HENTIKANN KAMU KENAPAA SURUH SAYA MEGANG kata kasar KAMU.” Marah Santi kepadaku

“Mkata kasarkan santi.” Ucapku dengan memegang bagian tubuhnya dan mulai menjilatinya.

“Hmmmmm mrpphhhhh tolongggg hentikan, ahhhhhh ahhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhh tooloooonggg hentiiii ahhhh.” kata kasarku dimkata kasarkan ke organ intimnya lalu ku dorong dengan kencang. Dia tidak mampu berbicara lancar karena sedang merasa sakit dan kenikmatan secara bersamaan

“gimana santi enak?” aku meremas dengan keras bagian tubuhnya

“HENTIKANNN TOLONGGG, SAKITT AHHHH AHHH AHHH” Desahanya semakin kuat. Aku. harap Wusa tidak mendengar desahan ibunya.

Aku menjetikan jari lalu Santi segera menjilat tubuhku.

“Santi kita selingkuh yu.” Ajakku dengan memegang pipinya

“Oke tuan.” Ucap Santi dengan tersenyum

“Sekarang panggilannya sayang ya, aku mau nanti malam kamu pap tete ke aku terus videoin kamu lagi colmek di sebelah suami kamu.” Kataku

“Iya sayang” dia menggoyangkan pinggulnya.

“Aku rusak ya organ intim kamu, aku tusuk lebih dalem ya sayang.” Kataku dengan menampar pipinya.

“ENTOTTT AJAAA AHHHH SAYANGGG, HANCURKANNNN organ intim AKUUU AHHHHHH PAKE kata kasar KAMUUUUUU, HANCURINNNN SAYANGGG AHHH AHHH AKU DAH GA PEDULI SIAPAPUN” Desah Santi.

“Kamu suka aku tampar, suka ga!!” aku menampar pipinya lebih keras lalu aku mencubit bagian tubuhnya

“SUKA SAYANGKUUU, TAMPAR SAJAA” Kata Santi

“Bagaimana kalau suami kamu tau kamu nghubungan intim sama karyawanya yang dipecat?” tanyaku sambil mendorong pantatnya agar kata kasarku lebih bisa bergerak bebas di organ intimku.

“AKU GA PEDULI SAYANGGGG, AKU CUMAN PEDULI SAMAAAA KAMUU AHHHHH, MAU DIA CERAIKAN AKU, AKU BAKAL KURAS HARTANYA JADI DIA YANG AKAN KELUAR DARI RUMAH INI DAN KITA AKAN MENIKAH SAYANG AHHH AHHH ENAK BANGET SAYANGKUU AHHHHH AHH.” Terang Santi dengan ekspresi wajahnya yang kesenangan

Setelah beberapa saat, air maniku keluar di dalam organ intim. Terasa hangat dan nikmat, Santi memelukku dan mencium telingaku, dia menjilat leherku.

“Sayang kamu manjanya.” Aku mengelus kepalanya

“Iya sayang, sama kamu aku jadi wanita sepenuhnya.” Padahal dia dihipnotis olehku, dia merasa bangga menjadi chubungan intim yang murahan dan memberikan tubuh tanpa busananya ke cowo lain.

“Aku gesek ya organ intim kamu.” Santi mengeluarkan kata kasar aku dan duduk di sampingku dan kita french kiss lagi.

“Iya sayang gesek ajaa organ intim aku, toh punya kamu ko.” Kata Santi

Kedua jariku mulai mkata kasark dan memutarkan di bagian dalam organ intimnya. Dia menahan desahanya dan lanjut mencium bibirku. Tangan yang tidak menggesek aku jadikan untuk meremas bagian tubuhnya. Sangat kenyal dan sangat enak meskipun tanganku tidak sepenuhnya memegang.

“Enak ga sayang gesekan aku?” kataku

“ENAK SYAANG AHHH GESEK TERUSS, Mkata kasarKIN TERUS SAYANGG PLISSS AHHH OHHHOUGHHH Mkata kasarKKINNNN SAYANGKU.” Mohon Santi yang mulutnya terbuka, aku meludah banyak di dalam mulutnya.

Gesekan semakin cepat dan organ intimnya mulai memuncratkan air. Muncrat seperti air mancur, membasahi lantai marmer.

“Keluar juga kamu sayang.” Aku mencium pipinya

“Iya sayang, aku suka gesekan kamu plis lakuin lagi.” Santi memohon lagi tanpa ampun

“Aku mau minta nomor kamu dong sayang sekalian aku nanti kasih rekening.” Pintaku yang langsung diberikan ponselnya kepadaku.

Walpapernya dirinya di depan menara effiel. Ku suruh ganti dengan tulisan ” Without hubungan dewasa, No Happy”

“Ih lucunya kamu walpaper aku ini” ucap Snti dengan tersenyum

“Sayang nanti malam pap tete kamu ya sambil colmek di sebelah suami kamu yang lagi tidur terus bayangin aku ya.” Aku mengelus organ intimnya yang lengket dan basah

“iya sayangku.” Santi menyenderkan kepalanya ke bahuku

“Oh ya dinda pulang kapan sayang?” tanyaku

“Oh dia pulang sorean sekarang si jam 1an jadi harusnya aman” Ucap Santi setelah melihat jam di ponsel.

“Sayang suruh mbok uti beresin deh.” Kataku dengan lembut

“MBOKKJ SINI MBOKK BERSIHIN LANTAI MARMER AKU.” Kata Santi dengan ketus

Mbok itu datang dengan perasaan takut. Dia tidak berani memandang nyonyanya.

“Bagaimana mbok? Santi kalo tanpa busana hubungan dewasai ga?” tanyaku dengan tengil

“Cantik mas, Nyonya Santi sangat cantik tubuhnya.” Kata Mbok yang hanya menurut saja

“Mbok kata kasar Erno lebih gahar daripada suami saya tahu hahaha” Terang Santi yang meraba kata kasarku

“Bisa aja kamu sayang.” Kataku sambil menciumnya

“Aku kulum lagi ya kata kasar kamu sayang.” Dia menjilati kata kasarku dengan semangat.

“nyonya ini bau pesing sekali” Mbok uti menahan bau pesing Santi dengan menutup hidungnya

“TERUS KENAPA KALAU AIR KENCING SAYA, KAMU SAYA GAJI UNTUK IKUTI PERINTAH SAYA.” ucap Santi lalu melanjutkan lagi kulumnya

“maaf nyonya kalau buat nyonya marah.” Mbok uti membersihkan hingga lantai marmer kembali wangi.

“SLURRRPPP KAMU SELALU ENAKK SAYANGGG kata kasarNYAAA AHHHHH SLURPPPP HMMMMM” Santi tidak malu melakukan hal itu di depan pembantunya. Sikap elegannya sudah runtuh dalam beberapa waktu saja

kata kasarku mengeluarkan air mani. Dia menelan semua air maniku dan membersihakan sisanya dengan lidah. Saat aga mengering aku menutup celanaku.

aku izin pergi kepada Santi, dia seperti mau menangis memeluk diriku untuk tidak lepas. Namun aku harus melakukan tindakan ini pelan – pelan. Rasa sakit yang terburu buru hanya membuat luka sebentar. Aku ingin luka lama.

Santi melambaikan tangan di depan pintu dengan tubuhnya yang masih tanpa busana. Aku pergi ketika gojek datang.

“Selamat jalan tuan Erno.” Ramah Pak Satpam.

( Bu Maya, Penjual Baju )

Dalam Whatsapp :

Santi : Sayang aku kangen ni tetek aku disedot sama kamu di remes sama kamu ( dia menunjukkan melewati video dengan suara bisik bisik, suaminya tertidur pulas )

Erno : Aku juga mau sayang kamu hubungan dewasai banget coba colmek dong

Santi : Aku coba ya sayang ( Di Videonya Santi menaruh ponselnya di meja yang mengarah ke organ intimnya )

Santi mulai memainkan organ intimnya dan melirik suaminya takut terbangun. Santi mengambil bantal lalu menaruh pelan – pelan di kedua telinga Pak Hadi.  Ku mendengar kalau dia menyebutku

“Sayangku Erno aku mau sama kamu bukan cowo kata kasar disebelahku, tolong kasih kata kasar kamu yang perkasa itu, aku akan berikan seluruh yang ku punya buat muasin kamu sayang. SAYANGGG ERNOOO SAYANG ERNO.” kata Santi dengan mendesah pelan. Aku cukup cemas dengan kondisi dia sekarang apakah Pak Hadi akan bangun atau tidak.

Erno : Sayang besok ke kost aku ya pagi pagi, aku kangen hubungan intim sama kamu

Santi : iya sayang aku kesana

***

Aku bangun tidur karena ada suara yang mengetuk, ku lihat lewat jendela ternyata Santi yang menunggu. Ku buka pintu lalu melihat Santi yang begitu menawan. Kos aku kecil, mungkin beberapa tetanggaku mikir kalau aku sedang ditagih utang atau ada sesuatu hal yang mencurigakan.

Di tempat yang kumuh dan kecil di ibukota, Santi memakai kemeja biru dengan celana katun berwarna hitam, dia menggunakan sepatu merek gucci dan tas YSL, barang barang branded menghiasi tubuhnya. Tak luoa hijab hitam yang dia pakai. Meskipun lumayan tertutup aku masih merasakan dia ingin menampilkan lekukan tubuhnya di depanku. Perempuan seperti ini harus tunduk kepada yang pengangguran.

Ku suruh dia mkata kasark, aku mengambil minum air putih. Santi duduk dekat kkata kasarrku lalu aku datang menyuguhkan minum.

“Sayang maaf ya kos aku kecil” kataku

“Gapapa sayang, aku suka ko disini.” Ucap Santi dengan manja

Santi minum air putih itu lalu merebah diri kepadaku. Aku meremas bagian tubuhnya yang membuat kemeja itu kusut.

“Santi, lebih seneng sempit gini sama aku atau luas sama suami kamu.” kataku

bagian tubuhnya begitu lembut yang membuat kata kasarku mulai berdiri. Aku meraba ke perutnya hingga ku buka ikat pinggangnya.

“Kamu sayang, mau sempit kumuh kalo sama kamu aku senang, aku mau ko tinggal disini sama kamu kalo cerai nanti.” Ucap santi sambil membantuku membuka celananya. Ikat pinggang dilempar ke lantai dan celana langsung diturunkan. Celana dalam cream terlihat jelas.

“Santi, nanti besok besok beli baju hubungan dewasai dan ketat ya sayangku, aku mau kamu pake baju kaya gitu bukan formal gini.” Kataku. Aku membuka kancing bajunya perlahan

“Iya sayangku, bakal ku beli pakaian ketat itu untuk kamu.” ucap santi.

Kita berciuman lalu ku dorong dia hingga aku diatas tubuhnya. Kemeja telah terlepas memaparkan BH putih yang hubungan dewasai. Teteknya menggoda dengan pentil coklat yang sudah berdiri juga. Air liurku mkata kasark ke dalam mulutnya kemudian dia langsung menelan.

Ku buka Tali BH dan celana dalam dengan sigap. Sudah tanpa busana bulat dengan indah. Aku membuka seluruh pakaianku. Hingga kata kasar ngacengku jatuh di bagian tubuhnya.

“Wah ini sayang yang aku pikirin dari semalem, kata kasar gagah kamu hehe.” Ucap Santi yang memegang kata kasarnya.

“Coba jepit pake kata kasar kamu dong sayang.” Kataku yang mulai menggesek kata kasarku di belahan dadanya.

Aku menjetikkan jari, dia merubah mimik wajah menjadi linglung.

“APAAAN INI, KAMU LAGI!!! KENAPAAA TETEK SAYA GESEK kata kasar KAMU!!! TOLONGGGG SIAPAPUNNNNNN TOLONGGGGG AKUU GA MAUUUUU TETEK AKUUUU KOTOR SAMAA kata kasar KAMUUUU!!!” Marah dan teriak dari Santi, tapi semua percuma karena di daerah kos ini menganggap kalau hal itu bagian dari nghubungan intim kecuali mereka melihat langsung.

“pemerkosaan aku enak kan santi.” Ucapku sambil tertawa. Ku tanpar kedua teteknya berulang kali. Dia menhan kesakitan.

“HENTIKANN TOLONGG, INI DIMANAAA KENAPA AKU DISINIIII, MASS HADIII TOLONG AKUUUUU, WUSA DINDAAAAA HHHHHHHHHHHH” Santi menangis. Hal itu membuatku semakin bergairah. Ku jilati air matanya lalu ku ludahi wajahnya.

“Kamu lebih pantas nerima ludah daripada air mata kamu dasar lacur.” Aku menggesek lebih keras.

“KAMU JAHAT, SAYA AKAN LAPORKAN SAYA KE POLISI.” Ucap Santi

“Lapor?? kenapa santi? kamu ga mau sama aku? coba lihat ini.” Ucapku sembari memberikan video colmek Santi kemaren yang menyebut namaku.

Santi bingung dan tak mampu menjawab apa apa.

“ERNOO SAYANGG, AKU GA MAU SAMA HADI LAGI, AKU MAU SAMA KAMU, AYO BUAT KELUARGA BARU, AYO NIKAHI AKU BIAR BISA NYOBAIN kata kasar KAMU TIAP HARI, SAYANGG AKUUU CINTA SAMA KAMU.” Kata kata itu yang terjelas dari video itu. Dan juga pap serta kata kata mesum di whatsapp.

“munafik tau ga kamu.” Aku menampar lagi

“Ha aku tidak sadarr, akuuu tidak tahu itu.” Santi menggelengkan kepala.

“ini ada bukti jadi percuma aja kalo lapor polisi.” Ucapku

“HENTIKANN TOLONGGG AKU MAU PULANG GA MAU DISINI, DISINI KUMUH.” Santi memohon sambil mengeluarkan air mata lagi.

Ku balas dengan muncratnya air mani dari kata kasarku dengan deras. Lehernya lengket dan bau pandan

“Enak kan saya sekarang lebarkan paha kamu, ayo kita having hubungan dewasa.” Kataku yang menaruh di kata kasarku di perutnya.

Paha Santi dilebarkan dan organ intim ku raba hingga ku mkata kasarkan kata kasarku.

“JANGANNNNN JANGANNNN Mkata kasarKIN ITUU KE DALAM AKUUU TOLONG AHHH AHHHH AHHHH TOLONGG.” mohon Santi yang menahan sakit.

“Jujur aja santi enak kan kata kasar aku.” Kataku

Ku dorong kata kasarku sampai ke rahimnya, rasanya nikmat dan hangat. Putingnya ku cubit dan pipinya ku jilat. Goyangan kata kasarku meredam suara tangisannya.

“Tolong hentikan ah ah ahhh.” Santi mulai lemas

Ku tarik Santi, lalu menggendongnya sambil hubungan intim. Ku ambil duit di meja kerjaku. Aku ingat hari ini ada uang sampah. Suara laki laki ketok pintu dengan keras.

“Sampah mas” ucapnya

Aku menjetikkan jari dan Santi langsung bersemangat. Ku kasih duitku saat ku membuka

“Ini mas.” Tanganku kesusahan karena masih menggendong sambil nghubungan intim.

“Anjir pagi pagi dah nghubungan intim aja lu, dah mana chubungan intimnya montok begini bro.” kata mas mas sampah.

“Iyalah.”

“Enak kata kasar kamu sayang terus genjot ke organ intim aku.” Kata santi tanpa malu

“Wih tutor dong.” ucap dia penasaran

“Ya chubungan intimnya yang mau bro, ini aja dia yg mohon lu denger kan tadi.” ucapku sambil tersenyum.

Aku menutup pintuku lalu melanjutkan dengan mendorong dirinya, kata kasarku dilepas dari organ intimnya.

“Sayang jangan berhenti.” Mohob Santi

“Doggy style sayang.” Santi membalikan badanya dan berpose seperti anjing.

ku mkata kasarkkan kata kasarku dan dia mendesah keras dengan enak. Rasanya sangat nikmat istri orang. Aku menggunakan dengan baik. Aku meremas bagian tubuhnya juga.

“ENAKKKKK SAYANG JANGAN BERHENTIII, AKUUUU dorongan dewasaEE AKUU AHHHHHH MAUUU TERUSSS kata kasarL KAMUUUUUUU DI AKUUU AHHHHH ENAKK SAYANG AHHHHH ENAKK AHHHHHH AHHHHHHHH TOLONGS AYANGG YANG LAMAA.” Ucap Santi

“Sayang kita hancurin perusahaan suami kamu yu terus kita buat perusahaan baru penghasil kondom dan alat hubungan dewasa.” kataku yang menusuk organ intimnya

“OKEEE AAYANG AHHHHH AKU MAU HANCURIN PERUSAHAAAN SUAMIKU YANG SUDAH DIBANGUN LAMA AHHH AHHHH OUGHHH ENAKK SAYANGG AYOOOOO KITAAA BUATTT KONDOM DANNNN JUALLLL BELIKANN AHHHH AHHH SAYANGGG.” Terang Santi

“Sayang kamu hubungan dewasai sayang.” ucapku sambil menampar pantatnya

“AHHHH SAYANGGGG RUSAK organ intim AKU, REMESS KERAS DADA AKU, TUBUHKU PUNYA KAMUUUU SAYANGGGG, AHHHHH OUGHHH ENAKKK BANGETT BUAT AKU JADI ISTRI KAMU YANG LACURRR DAN LIAAR YANG HAUSS kata kasar SAYANGG AHHHH.” Mohon Santi. Dia menjulurkan lidahnya.

Aku menarik tubuhnya lalu mencium bibirnya. Begitu hubungan dewasai dan menawan. Aku menjilati pentilnya.

“Hamil ya sayang biar aku nyobain tetek kamu, nyobain asi kamu.” Ucapku

“IYAA SAYANG AHHHH HAMILI AKUUU DENGAN ANAK KAMUU AHHH SPERMAA KAMUUUUU YANG AKU PENTINGKAN DARIPADAA APAPUN, AKU LEBIH MILIH KAMU AHHH OYGHG DARI AHHH PDAAA KELUARGA APALAGI SUAMI kata kasar AKUUU AHHH, BAWA AKU DI HIDUP KAMU SAYANG AHHHHH. TETEKKU, organ intimKU, APA YANG AHHH KU PUNYA MILIK KAMU SAYANG AGHGG AHHH” Terang Santi yang sudah berubah jelas menjadi milikku

“Bagus sayang.” Tak lama dari situ air maniku keluar di dalam organ intimnya. Hangat dan ku keluarkan kata kasarku.

Santi berbalik badan dan mengulum kata kasarku, dia membersihkan sisa sisa air mani dengan mulutnya. Aku mengelus kepalanya sambil melihat whatsappnya, suaminya diarsipkan dan aku disematkan.

Suaminya dinamakan Hadi sedangkan aku my baby for my life.

“Sayang kulum kamu enak banget.” ucapku

“SLURPPPPP MAKASI SAYANG, MAUUUUUUU INU TERUSSS.” lanjut santi ” Oh ya sayang aku udah transfee ke rekening kamu 2 juta ya, jajan yang kamu mau ya.” Kataku

“Makasi sayangku.” Aku mencium rambutnya

“SLURPPPPP SAMA SAMAA SAYANG” Ucap santi

“Sayang telpon Wusa dong, kita makan siang di luar bilang nanti aku klien kamu sayang.” pintaku

” Oke sayang.” Dia berhenti mengulum lalu menelpon Wusa.

“Kenapa ma?” tanya Wusa

“Bisa ga siang nanti kamu ikut makan siang, ada klien mama mau kenalin ke kamu.” Ucap Santi. Ku menyentil putingnya. Santi mendesah.

“Kenapa ma? suara mamaa gituu? aku kan lagi kerja bisa aja si tapi dimana tempatnya.” Kata Wusa

“Tempat biasa Wusa, reservasi ya.” Suruh Santi

“Oke Ma” Telpon dimatikan dan Santi langsung kulum kembali.

“Wusa tu hubungan dewasai banget tau sayang, pengen banget aku entot juga, aku pengen cobain tubuhnya.” Terangku

“Iya syaang, pake saja anak ku seperti pelacur, dia memang pemalas, jadi harusnya emang terbiasa cium kata kasar kamu.” Kata Santi

“Kalo dinda aku belum pernah liat.” Ucapku

“Dia pintar dan rajin, namun judesnya lebih dari Wusa, Dinda lebih sering di kamar.” Ucapnya

“Owalah gapapa sayang nanti Dinda juga bakal ketagihan sama kata kasar aku yang gagah ini hehe.” kataku sambil menekan kepalanya ke untuk lebih dalam mengulum.

“Oughhhhh ahhh bener sayang.” Kata Santi yang melepas kata kasarku.

“Sayang sebelum makan siang sama Wusa, aku mau beli hp baru ding, hp lama ku sudah jelek.” Kataku

“Oke sayang, aku beliin kamu hp baru.” Ucao santi sambil menyenderkan kepalanya di bahuku.

“Aku mau kamu ke mall ga pake baju formal gini, pake baju hubungan dewasai tapi tetap pake hijab, aku mau kamu begitu menawan sayang, oh ya juga nanti abis makan kita beli alat hubungan dewasa yu.” Ucapku

“Oke sayangku, mau beli dimana baju hubungan dewasainya.” Ucap Santi

“Di dekat kosku ada yang jual daster dan baju rajut gitu, kamu beli yang dibawah ukuran jamu biar ngetat ya sayang, tetek tu harus diperlihatkan oke.” kataku yang memegang teteknya.

“Oke sayang ayo.” Aku dan Santi memakai pakaianku. Kemeja Santi begitu kusut namun Santi mengabaikannya.

Kita berjalan karena aku masih ingat motor ku di toko kakek itu. Di jalan begitu terik, kalau tidak di hipnotis pasti dia tidak mau menemaniku.

Sesampai di toko itu aku mencari cari baju rajut, ada rajut merah yang cocok jika beli celana jeans. Style kampung yang akan aku pakai biar dikira jelek ternyata banyak uang.

“Mba mas mau cari yang mana nih.” Seorang mba mendekatiku

“Mau rajut ini satu ya ukuran M ya mba.” Ucapku

“Ga kekecilan mas untuk mbanya? disini kita ada sampai triple XL jadi buat mba cocok di XL ini.” ucap mba

“Mau pacar saya pake s bukan urusan mba, tugas mba cuman ngejual kan?” ketus ku

“Maaf mas tapi apa ga nyesek ke mbanya.” Ucap Mba penjual

“Saya suka pake baju ketat, jangan urusin hidup orang.” Ucap Santi dengan tatapan sinis.

“Maaf mba, mau dicoba?” Tanya mba itu dengan lembut.

Santi mengambil baju rajut merahnya dengan segap tanpa ramah sama sekali.

“Kamu tu jangan buat dia kesal, biarin aja dia pakai yang dia mau, nanti marah kan ngeyel si kamu.” Kataku

“Iya mas maaf ya saya terlalu memaksakan.” Ucapnya

“ini tu toko tutup jam berapa mba?” Tanyaku

“Jam sepuluh udah tutup si mas.”  kata mba itu dengan ramah

“Oh kenapa ga sampe jam 1 gitu, siapa tau yang chubungan intim chubungan intim malem malem butuh beli kebutuhan disini.” Kataku

“Saya kurang tahu si mas karena itu aturan yang punya mas bukan saya.” Kata Mba

“Btw nama mba siapa? saya Erno.” aku menjulurkan tangan.

“Eh bukan muhrim mas, maaf. Nama saya Kiran mas.” Dia menolak

Dalam pikiranku, aku akan menghancurkan kesuciannya menjadi liar dan mesum. Kiran tidak memiliki bagian tubuh besar namun masih terbilang cukup untuk dipegang sesuai usianya.

“Hmmm kamu masih SMA ya? wajah kamu cantik banget lucu gitu” pujiku

“Baru lulus mas, saya ga lanjut kuliah mas karena terkendala biaya.” Ucapnya

“KIRANN ITU ADA PEMBELI KAMU MALAH NGOBROL AMA COWO.” Seorang ibu ibu berdiri dari meja kasir, dia sedang makan nasi padang karena bau rendang yang tercium dari mulutnya.

“Mba ini berapaan?” seorang pembeli menanyakan jilbab hitam. Kiran segera menghampiri.

“Kamu yang tinggal di kos belakang kan yang kumuh itu.” Ucap ibu itu

“Iya bu.” Jawabku dengan singkat. Wajah ibunya memandangku rendah.

“Kamu emang bisa beliin baju rajut kita ke pacar kamu itu, palingan juga dia yang bayar mana mampu kamu gitu” Ejek Ibu itu.

“Ya liat saja nanti bu siapa yang bayar, saya malas berdebat dengan orang yang merendahkan saya.” Kataku

“Siapa yang merendahkan? situ yang rendahan.” ucapnya dengan menaikan nada bicaranya.

“Maksud ibu apaa ya ngomong ke pacar saya gitu?” Santi keluar dengan baju rajut merah yang hubungan dewasai dan menawan, dia menunjukkan lekuk tubuh yang indah. Celana jeans yang nyeplak pantat Santi.

Seorang pembeli keluar dari toko.

“Kenapa Ran dia ga jadi beli?” kata Ibu itu

“Bu maaf, dia bilang dia ga suka ngeliat pacar mas hubungan dewasai gitu katanya tokonya kok memperbolehkan.” ucap Kiran.

“EH KALIAN TU NGEHANCURIN JUALAN SAYA TAU GA!! ITU PEMBELI KABUR KARENA BAJU KAMU TAU” Ibu itu menunjuk Santi

“TERSERAH SAYA DONG, SAYA BELI BAJU INI, KENAPA??? MAU SAYA PAKE hubungan dewasaI SAYA PAKE BUAT KESET ITU KAN HAK SAYA, ITU NAMANYA TOKO KAMU YANG JELEK MAKANYA GA LAKU. PEMBELI PADA KABUR.” Marah Santi.

“EHHH COWO KAMU EMANG MAMPU BELI???” tanya ibu itu dengan ketus.

“EHHHH ERNO PACAR SAYA ITU REKENINGNYA ITU ADA DI SAYA, SEMUA GAJI DIA KASIH KE SAYA, JANGAN ASLA NGOMONG YA, SAYA BISA BELI TOKO INI KALAU MAU. JANGAN BILA PACAR SAYA RENDAHAN.” Kata Santi dengan menampar ibu itu.

“Eh udah udah jangan bertengkar.” Kata Kiran. Dia bingung cara melerai bagaimana.

Aku menyiapkan Pistolku.

“KELUAR KAMU, LEPAS PAKAIAN KAMU ITUUU GA AKAN SAYA JUAL KE KAMU.” Ucap ibu itu. Setelah ngomong itu dia kaget karena aku bisikin untuk ikuti yang dia mau.

Baju rajut dilempar dan celana jeans di lempar ke wajah Ibu tersebut. Santi tidak malu memakai BH dan celana Dalam.

“Eh mba kenapa?” ucap Kiran

“DASAR PELACUR GA MALU PAKE BH SAMA CELANA DALEM DOANG.” Teriak ibu tersebut.

“BU MAYAAA UDAH STOPP JANGAN TERIAK TERIAKKK SAYAA CAPEE DENGERNYA.” Kata kiran yang membuat aku dan lainnya diam. Sepertinya Kiran memendam rasa tidak nyaman di toko ini.

“KAMU KURANG AJAR SMAA SAYA, KAMU SAYA PECAT DASAR ORANG MISKIN, SAYA NERIMA KAMU KARENA SAYA KASIHAN SAMA ORANG TUA KAMU YANG KERJANYA CUMAN PEMULUNG.” Sebut Bu Maya

“KENAPA IBU BAWA KELUARGA SAYA DI MASALAH INI.” Kiran menangis

“tertutup si bajunya tapi sayang aja kalo sikapnya kaya gini, kaya munafik jatohnya.” Kataku sambil menggelengkan kepala.

“APAA MAKSUD KA-” Omonganya ditepis olehku yang menembak peluru ke wajahnya.

“diam sekarang, ga mau ngomong apapun?” kataku.

“Tuan maafkan saya bilang seperti ini, saya minta maaf.” Dengan wajah datarnya dia menjadi budak hubungan dewasaku.

“Mas Mba jangan tembak saya, tolong saya harus bantu ibu bapak saya cari duit, saya janji ga bakal kasih tau siapa siapa tentang ini.” Ucap Kiran sambil terbata bata.

“Sayang pake baju rajut sama celana jeansnya dong.” Ucapku

“Iya sayangku.” Santi mengambil pakaian tadi yang terkapar di lantai.

Aku menodong pistol ke kepalanya

“jangannn aku mohon.” pinta Kiran.

“Kamu ga akan saya tembak ko kiran. Kamu perlu duit untuk orang tua kamu kan, saya hanya menembak ke orang yang merendahkan saya.” Aku menurunkan pistol lalu ku taroh di celana.

“Sayang hubungan dewasai ga aku? tadi belum nanya gara gara ibu kata kasar ini.” Kata Santi sambil meraba tubuhnya

“Wih hubungan dewasai banget, enak tu kalo kita jalan jalan kaya gini.” ucapku

“MAKASI SAYANG” Santi mendekati dan mencium wajahku.

“Bu maya jual toko ini berapa?” Tanya saya sambil meraba bagian tubuhnya. Dia begitu hubungan dewasai meskipun masih besaran Santi. Memakai Kaos putih dan celana hitam dengan jilbab hitamnya tetap menampilkan bahwa dia layak menjadi pelacur

“Terserah tuan, berapapun akan saya kasih.” ucapnya dengan tatapan kosong.

“Ada surat kepemilikan di toko ini.” ucapku. Aku meremas bagian tubuhnya.

“Ada tuan saya ambilkan dulu.” Ucap Bu maya yang ke gudang.

“Mas mau beli toko ini?” tanya Kiran dengan cemas

“Gausa Khawatir Kiran, mulai sekarang kamu milik toko ini walaupun ga sepenuhnya, pendapatannya 60% kamu, 30% saya, 10 persenya buat fasilitas disini.” Senyumku

“YANG BENER PAK? SAYA DAPET SEGITU??” Kiran terlihat senang.

“Iya Kiran tapi, saya mau ini buka sampe malem banget sekitaran jam 1 deh tapi bukanya aga siangan aja jam 1an mulai besok. Nah si Maya ini nanti malemnya jadi pelacur sampe pagi, duit pelacurnya buat kamu semua bebas mau beli apa.” jelasku

“Wah boleh si Mas, makasi ya udah kasih saya kerjaan.” ucap Kiran

“Saya ga ada target penjualan bebas kamu mau untung berapapun asal jangan di korupsi ya.” Ucapku

“Baik mas, akhirnya Bu Maya udah ga galakin saya lagi.” Ucapnya dengab senang

“Haha dia sekarang bakal nurut ke saya sama kamu Kiran, dia tidak akan marah marah dan akan menunjukkan tubuhnya yang selama ini dia tutupin.” Kataku sambil tertawa

Santi melihat lihat baju lain yang ada di toko sembari mengganti kepemilikan toko.

“Ini tuan.” Ucap Bu Maya yang memberi dokumen kepemilikan toko.

“Saya tulis saya; DENGAN INI MENYATAKAN PERPINDAHAN KEPEMILIKAN TOKO DARI MAYA YULIANTI MENJADI MILIK ERNO WIRODO, MAYA TIDAK PUNYA HAK SEPERSENPUN DARI KOMISI PENJUALAN DAN MAYA AKAN MENJADI KARYAWAN TETAP SAMPAI ERNO MEMECATNYA, SELAIN ITU TIDAK ADA PEMECATAN DAN PROSES SOAL GAJI.” Sudah jelas kalau sekarang aku yang mengambil alih toko ini.

“Makasi tuan.” Ucap Maya

“Saya bayar dua puluh ribu ya buat ganti toko ini hahaha.” Ucapku

“Baik tuan.” Dua puluh ribu saya ambil dari celanaku lalu memberinya.

“Kamu nanti saya urus kepemilikannya ya, tapi Maya jadi kasir kamu. Jangan panggil dia Bu lagi, seorang pelacur ga pantas dihormatin.” ucapku

“Yey, sekarang aku punya toko ini. Mampus  Maya sekarang jadi pelayan aku.” kata Kiran dengan senang.

“Maya kulum kata kasar aku.” Maya langsung turun badanya. Dia membuka celanaku sambil mengepas jilbabnya. Maya membuka celana dalamku lalu mengulum kata kasarku.

“Punya mas gede ya.” Kata Kiran.

“Iya makanya Pacar saya itu suka banget kata kasar saya.” Kataku

“Hmmm bener si siapa yang ga suka hahaa, sebenernya saya mau aja jabat tangan tapi aturan toko dari Bu Maya dulu katanya ga boleh salaman. Sekarang kan bebas ya mas jadi boleh dehh sama siapapun, saya juga males terlalu tertutup gini jadi gerah gitu.” Jelasnya.

“Apa kamu mau lebih terbuka?” tanyaku sambil menekan kepala Maya

“Iya si mas tapi gaa menonjolkan tetek saya si.” Kata Kiran dengan tersenyum.

“owalah gapapa ko, kan ada maya yang nunjukkin tetek, oh ya sekarang toko baju baju ketat yaa, emang tetep jual jilbab tapi yang diutamain baju ketat dan terbuka.” ucapku

“baik mas saya akan rombak semua.”

“maya kulum yang kenceng dong gitu aja ga bisa.” ucapku sambil menampar pipinya

“maaf tuan” ucap maya yang semakin agresif dalam mengulum

“siapa yang rendahan sekarang? sok suci kan kamu, bilang harus tertutup tapi kulum kata kasar depan orang orang, kamu pelacur rendahan, kamu tu kaya sampah yang ga berguna, kalau ga karena tubuh dan muka kamu yang hubungan dewasai, kamu ga akan ada yang mau.” ejek aku

“iya tuan saya rendahan memang, saya tidak sadar tadi maafkan saya tuan.” Maya sangat jelek dalam mengulum.

kali ini aku tidak mengeluarkan air mani tapi air kencing. Ku tekan kepalanya sampe suara tenggorokan. Dia menikmati bau pesingku.

“Sayang hebat banget ngehina maya kata kasar ini.” kata Santi yang menciumku.

setelah menelan ku suruh dia berdiri. Mulutnya bau pesing.

“Sekarang tanpa busana lah, buka di depan kita dengan hubungan dewasai.” ucapku yang mencubit teteknya.

“Baik tuan.” dia mulai membuka hijabnya, dia membuka dengan hubungan dewasai. Tanganya bergerak meraba tubuhnya. Aku yang ngaceng ku suruh Santi untuk mengulum dan membersihkan air kencingku.

“HAHAHAHA DIA JADI SEPERTI INI MAS, MAKANYA JADI ORANG JANGAN SOMBONG.” Kata Kiran yang puas dengan Maya yang seperti ini.

Seluruh pakaian sudah dibuka. BH putih dan celana dalam putih menghiasi tubuhnya juga harus dilepas. Terpampang jelas bagian tubuh dengan pentil hitamnya ketika BH jatuh ke lantai dan organ intim berbulu lebat.

“Sudah tuan.” ucapnya yang menampar bagian tubuhnya.

“Nunduk dan minta maaf kepadaku, kasih tau apa yang kamu lakukan ke depan.” kataku

Maya menurunkan badanya dan menunduk seperti anjing. Tangannya disandar di tangan lalu memasang wajah memelas.

“Maya pantas seperti itu ya mas.” Ucap Kiran

“Benar Kiran, dia ga pantas galak dan sok berani sama orang. Lacur begini ko sok jagoan.” kataku

“Tuan maafkan aku yang tadi galak dan berani kepada kamu, aku akan mengabdi kepada kamu tuan, perintah kamu mutlak di hidupku, aku akan mengikuti semua perintahmu tanpa terkecuali, keluargaku dinomr duakan, yang pertama dan yang paling utama hanyalah dirimu tuanku. setelah ambil alih toko aku akan bekerja sebagai pelacur setelah toko tutup dan kasir tanpa gaji disini dengan atasanku yaitu Bu Kiran.” jelasnya

“Sama saya jangan ngelunjak ya.” Kiran mengelus kepala Maya. Yang dulu ditindas sekarang menindas, sangat menarik.

“Baik bu, saya bakal ikutin arahan ibu.” kata Maya dengan kepala menunduk.

“SLURPPPPP AKU TELAN YA SAYANG.” Air mani keluar dan santi seperti biasa menelan di mulutnya.

“Kiran, dia tadi makan nasi padang kan, coba ambil deh.” kataku

Kiran segera mengambil sisa nasi padang dan menaruhnya di depan Bu Maya.

“Kamu makan ga boleh pakai tangan jadi langsung dari mulut ya maya” pintaku

“Baik tuan.” dia segera makan seperti anjing. Kiran tertawa puas, akupunnjuga. Santi selesai mengulum dan berdiri lagi.

“Sayang tetek kamu kurang kenceng nanti gym dan berenang sama aku ya?” aku meraba tetek Santi.

“Iya sayang aku kencengin biar enak disedot kamu.” santi manja kepadaku.

“Maya, kamu nanti jadi kasir pake BH sama celana dalam aja ya, jangan pake baju, kamu harus nunjukkin tubuh kamu karena itu doang kelebihan kamu sisanya kata kasar.” pintaku

“baik tuan” dia mengatakan hal tersebut sambil makan.

“oh ya Kiran jaga toko dulu ya. Sayangku Santu coba cariin tempat tatto dekat sini.” kataku

“kenapa mas mau cari tatto?” tanya Kiran

“Jadi Maya bakal ditato barcode buat pembayaran virtual, dia bakal nampilin teteknya karena tatonya ada disitu.” kataku

“oke mas aku bakal jaga toko.” kataku

“makan yang cepet anjing lama amat.” ucapku

” iya tuan saya percepat.” kata Maya

“sayang ketemu dua kilo dari sini.” Santi memberikan alamat

“Sayang, kayaknya telpon supir kamu kesini nanti dia pulang naik gojek aja, kita butuh mobil.” kataku

“baik sayang” santi segera menelpon supir dirumah. “pak tolong bawa mobil ke toko baju yang nanti saya kirim lokasinya, mau saya pake mobilnya, kamu nanti naek gojek pulangnya ya, saya sampai malam.” jelas Santi

telpon dimatikan dan beberapa menit kemudian Maya menghabiskan makanan dan minun seperti anjing.

Maya berdiri dan ku suruh dia untuk mencuci mulutnya di toilet. Setelah itu Maya langsung mencium kaki aku

“Ampunilah aku tuan, sikapku tadi salah.” Maya menjadi rendahan sekali.

“Pakai bajumu dan ikut denganku.” Tak lama supir datang. Dia membukakan pintu, Santi duduk di depan sedangkan aku dan Maya di belakang.

“Tiati ya mas” Kiran sangat baik

Supirnya langsung memeaan ojek online. Santi mulai menyalakan google maps untuk pencarian.

“Maya kulum pake tetek kamu ya.” Kataku

“Baik tuan.” Maya segera membuka setengah baju dan memegang kata kasarku. bagian tubuhnya digesek dengan cepat. Maya merasa nimmat saat belehan teteknya didoring oleh kata kasarku.

“nanti kalau suami kamu tau kaya gini, ceraikan saja ya. Ga usa jadi ibu lagi kamu ga pantas, kamu cuman pantas jadi wanita rendahan.” kataku yang langsung mengeluarkan ludahku di wajahnya.

“iya tuan, saya wanita murahan. ga pantes jadi ibu atau istri, saya akan ceraikan suami saya secepat mungkin.” ucap Maya

Tak lama kita sampai di toko tatto. Disana kita bertiga turun dan Maya langsung menyudahi titsjobnya. Di toko tattk itu tidak terlalu ramai, dihiasi dengan musik dan poster punk.

“Eh mau hapus tatto kah?” kata abang gondrong dengan tato musik AC/DC di hamlir semua badannya.

“Engga mau nambah tato” kata Santi

“Owalah biasanya yang berhijab mau halus tatto istilahnya hijrah gitu.” kata abangnya

“Bang ini mau tatoin dia, barcode rekening saya ya.”  kataku sambil mendorong Maya

“wahhh buat pembayaran kah? lewat mana tangan, leher atau hehehehehe tau lah kamu.” kata abangnya bercanda

“hmm tetek si bang di pentilnya.” kataku

“wihhh gacorrr kali tuuu.” kata abangnya yang menyiapkan alat tattonya.

“tato di tetek aku ya bang. tato yang jelas ya.” Kata maya dengan hubungan dewasai

“Siap mba duduk dulu, mau di lepas ga hijabnya.” kata abangnya. Maya mulai tiduran dan menghadap langit langit rumah.

“ga usah bang biar keren aja tu di tatto di tetek tapi pake hijab, muslimah apaan kaya gitu, itumah pelacur” kataku

“HAHAHAA BENAR SI BANG SAYA KESEL AJA KALO ADA YANG HIJRAH HAPUSIN TATO KARENA YA WAKTUNYA LAMA DAN KAYA OMONG KOSONG NATO DI TUBUH, BUKANNYA SELAMANYA GITU MALAH DIHAPUS.” kata abangnya.

“Bang tu barcode ke rekening saya jadi dia kerja sama saya bang jadi pelacur.” kataku

“owalah menarik juga idenya.” kata abang itu yang mulai membuka baju Maya.

“Pegang aja bang, kalau mau isep juga gapapa ko bang.” kataku sambil tertawa

“Wah boleh tuh, Namanya siapa mba?” tanya abang itu yang mulai melepas BHnya.

“Nama saya Maya mas.” jawab Maya

“Eh kenyal juga kamu teteknya, emang si tetek gini diincer sama sugar daddy atau pemakai PSK.” Abang itu meremas tetek Maya. Perempuan beralis tebal itu tidak merespon apapun.

Aku menunggu proses tato sekitar sejam-an, aku hanya bermain ponselku kemudian ketika ponselku habis daya, aku meminjam ponsel Santi. Aku dengannya belum sempat foto bersama.

“Sayang nanti photobox yu di mall.” kataku

“Oke sayang kita foto yang mesra ya.” kata Santi dengan menggenggam tanganku.

Abangnya menyudahi tatto barcode itu, aku dan Santi menghampiri untuk melihat hasilnya. Tatto di pentil yang jelas dan aku mengambil ponsel Santi, mencoba untuk scan dan ternyata langsung naymbung ke pembayaran.

“Wih mantap bang.” kataku dengan senyum puas

“Iya dong, saya mah dah jago dari dulu.” kata abang gondrong tersebut sembari merapikan alat tattonya.

“Makasi tuan sudah mentatto saya, ini seperti apresiasi tuan atas tubuh saya yang hubungan dewasai.” kata Maya

“Iya tobrut lacurku.” kataku yang menampar bagian tubuhnya.

“Berapa bang?” kataku

“enam ratus ribu bang.” Abang itu menyiapkan ponselnya. Santi segera memberikan nomor rekening.

“Gimana udah kan bang?” tanyaku sambil menarik maya untuk berdiri dan menutup bajunya

“Udah bang aman, makasi ye lancar usaha pelacurannya.” kata abang itu dengan bahagia

“Siap bang.” kita bertiga pergi kembali ke mobil.

Di mobil Maya melanjutkan titsjobnya, sampai air maniku keluar di wajahnya. Dia tersenyum dan berusaha menelan yang bisa digapai oleh lidahnya. Tak lama sampai di toko baju tadi.

Santi memakirkan mobil terlebih dahulu, aku dan Maya keluar duluan.

“Gimana mas?” tanya Kiran yang sedang merapikan barang.

“Maya buka pakaian kamu” perintahku, maya langsung melakukan itu, melepas baju dan celananya namun tidak melepas hijabnya.

“Wih tato tu maya, saya ingat sekali kamu ga suka sama orang yang bertatto. Sekarang kamu malah tatoan ya hahahah munafik.” kata Kiran sembari meraba tetek Maya.

“iya bu saya munafik, saya harusnya mencintai hal hal mesum dan yang dilarang agama, saya harusnya liar dan bebas. Hijab sambil pake BH buktikan kalau saya muslimah mesum dan terima diejek apapun.” jelas Maya

Telepon berdering dari ponsel Santi. Wusa menelpon dan aku baru sadar kalau sekarang sudah jam 12.

“Mah jadi ga? mau direservasi nih.” Kata Wusa

“Jadi jam 2 ya, nanti kabarin kalau kamu udah disana.” kata Santi.

Telepon langsung dimatikan.

“Kiran jaga pelacur ini, galakkin aja kalo ga becus.” pintaku

“Siap mas.” Kiran menarik maya dan menyuruh Maya untuk membersihkan sampah.

Aku izin pulang dengan Kiran dan akan kembali beberapa hari kemudian. Aku dan santi segera ke Mall untuk menaklukan perempuan selanjutnya.

Cerhubungan dewasa Cerita Cerita mesum Cerita Dewasa
87 0