Advertisement
Sponsored

Berawal Dari Chat Berakhir Nikmat

User Img Profile
ceritadewasa @ceritadewasa 04 Jun 2026
Report Share

Aku Marcelin 22 tahun, ciri ciri diriku mempunyai tinggi 165 cm dan berat 55 kg, kulit putih bersih, rambutku coklat ikal dan panjang. Kata temantemanku wajahku mirip dgn seorang artis Hollywood Catherine Jetazones. Mereka bilang wajahku klasik dan tubuhku hubungan dewasai, mungkin karena 4 darah campuran yg kudapat dari kakek dan orangtuaku. Aku mahasiswi di PTS Bandung dan mengontrak sebuah rumah di kawasan jalan Anggrek bersama seorang temanku yg bernama Sinta.

Suatu hari tepatnya malam minggu aku pergi ke warnet untuk mengerjakan tugas mengetikku dan memeriksa email yg mkata kasark. Teman sekontrakanku sdh dari siang pergi malam mingguan dgn pacarnya. Aku sendiri saat itu masih sendiri dan aku menikmatinya.

Hampir 3 jam aku mengetik, akhirnya selesai sdh tugastugasku, jam sdh menunjukkan pukul 8 malam. Setelah itu kubuka MIRC karena aku berniat chatting beberapa jam. Aku mkata kasark chanel Bandung. Tibatiba sebuah nickname ayah_bdg mengajakku untuk mojok, aku pun mengobrol denganya, obrolan kami makin asyik, mulai dari kuliah, hobi, dan sebagainya. Hingga tdk terasa hampir 1 jam aku mengobrol denganya.

Dari obrolan itu aku mengetahui kalau dia bernama Hendra, usia 40 tahun, mempunyai perusahaan sendiri di Jakarta dan statusnya duda beranak satu, dan saat ini sedang ada di Bandung untuk refresing bersama anak dan baby sisternya. Pembicaraan kami pun berubah, dia menanyakan warnet tempat aku chatting. Tanpa curiga aku pun memberitahukannya. Lalu Hendra meminta kami bertukar nomor telpon dan photo. Aku pun memberikannya dgn senang hati. Baru saja 5 menit berlalu, HPku berbunyi dan Mas Hendra menelponku langsung.

Hallo.. Marcelin.
Hallo.. ayah_bdg, wah engga nygka langsung nelpon nih.. jawabku.
Iya.. habis Marcelin cantik sih.
Hmm.. gini deh.., kita jalan aja yuk..! Aku jemput kamu disana yah..?
Boleh.. aja. jawabku lagi. cerita hot
Ok deh, tunggu 10 menit dan cari deh mobilku berplat B di depan warnet yah..!
Ok.. jawabku mengakhiri pembicaraan kami.

Setelah hampir sepuluh menit, Ponselku berEdong dan Mas Hendra telah menungguku di tempat parkir. Kubereskan tasku dan kusisir rambutku, lalu kubayar jasa warnet dan berjalan menuju tempat parkir. Kulihat sebuah mobil BMW hitam berplat B berwarna hitam, dan di dalamnya Mas Hendra tersenyum. Aku pun tersenyum dan menghampiri mobilnya lalu kubuka pintu mobilnya dan duduk di sebelahnya.

Hallo.. ayah…. ucapku malumalu.
Hallo juga Marcelin.., kita makan yuk..? ajaknya sambil menjalankan mobil.

Aku pun mengangguk. Selama diperjalanan kami cepat menjadi akrab, lagi pula kupikir Mas Hendra ganteng juga, selain badannya tinggi besar dia juga kebapakan.

Kami makan di Haritage Banda sambil meneruskan perbincangan kami.

Hmm.. Mas, engga papa kan kalo Marcelin panggil ayah saja..? Seperti nickname Mas. tanyaku padanya.
Ah.. boleh saja, tp khusus buat Marcelin saja. ucapnya tersenyum.
Setelah selesai makan, tibatiba ponsel ayah berbunyi, ternyata dari baby sitter anaknya.

Marcelin, mau ikut Ayah engga besok..? tanya Ayah sambil mengajakku keluar dari Haritage menuju tempat parkir.
Memangnya Ayah mau kemana..? tanyaku sambil membuka pintu.
Ayah mau ke Ciater dgn Edo juga Cintia, baby sitternya. jawab Ayah sambil menjalankan mobil keluar dari tempat parkir.
Memangnya berapa hari di sana..? tanyaku.
Cuma dua hari. jawab Ayah.
Akhirnya aku pun bersedia ikut, lalu Ayah mengantarku pulang ke kontrakanku.

Pagi pagi nya Ayah sdh datang menjemputku. Aku pun berkenalan dgn Edo anaknya juga Cintia baby sitter anaknya. Selama di perjalanan, Edo sdh dekat dgnku, bahkan dia memanggilku Bunda Marcelin, aku sih cuek saja. Edo anaknya manis dan cerdas, sungguh kasihan dia ditinggal oleh ibu kandungnya karena meninggal saat melahirkan Edo.

Akhirnya kami sampai di Ciater setelah memesan 2 kamar di sebuah hotel. Ayah, aku dan Edo pergi berenang dan bercanda bersama. Pada saat itu kurasa kami bertiga bagaikan sebuah keluarga kecil yg bahagia. Setelah puas berenang, kami kembali ke hotel untuk makan, lalu aku menidurkan Edo di kamar bersama Ayah. Kami mendampinginya sampai Edo tertidur.

Marcelin.. terimakasih karena kamu sdh baik pada Edo. ucap Ayah sambil bangkit berdiri di depan jendela.

Aku mengikuti Ayah dan berdiri di sampingnya.

Tdk perlu berterimakasih.., Marcelin sayang pada anakanak, apalagi Edo anak yg lucu dan pintar. jawabku tersenyum.
Baiklah, jika mau istirahat, pergilah ke kamar sebelah..! Di sana Cintia pasti sdh menunggu. ucap Ayah.
Ok.., kalau ada apaapa, Ayah panggil Marcelin ya..! jawabku sambil berlalu dan pergi ke kamar sebelah.

Kulihat Cintia sdh tertidur dgn pulas. Lalu aku mengganti bajuku dgn lingerie yg biasa kupakai. Aku melamun selama hampir 1 jam, dan anehnya aku mengkhayalkan bagaimana jika aku menjadi istri Ayah. Itu ide gila ya pembaca..? Tp aku merasa sdh mengenal Ayah seperti bertahuntahun. Tibatiba pintu kamarku diketuk, Tok.. tok.. tok.

Cintia.., Marcelin..! kata suara di balik pintu.
Iya.., sebentar.. jawabku sambil membuka pintu.

Ketika pintu kubuka, kulihat Ayah terkejut dan menatapku lekatlekat.

Marcelin, kamu cantik sekali. ucap Ayah sambil tersenyum.
Ah.., bisa saja. jawabku sambil merapikan lingerie yg kupakai.
Kebetulan Ayah mau ngajak kalian makan, Ayah memesan pizza tadi.
Wah.. Marcelin suka tuh, tp Cintia sdh tidur Yah..! ucapku singkat.

Akhirnya aku dan Ayah pergi ke kamarnya. Kami duduk di sofa sambil menikmati pizza juga menonton televisi.

Marcelin.., Ayah sayang padamu. kata Ayah tibatiba sambil menggenggam tanganku, aku tersenyum dan entah kenapa secara spontan kucium kening Ayah.
Marcelin juga. ucapku.

Ayah memeluk tubuhku dan aku membiarkannya. Lalu kurasakan Ayah menatap mataku dlmdlm.

Kamu cantik sekali. ucap Ayah lalu mengecup hidungku, aku diam saja dan menikmatinya.

Ayah semakin berani, diciuminya seluruh wajahku hingga kurasakan hembusan napasnya yg hangat. Aku pasrah karena menyukainya, lagi pula ada aliran aneh pada tubuhku yg menuntut lebih banyak lagi. Lalu Ayah mendaratkan bibirnya di bibirku, dilumatnya dan kubalas dgn mengulum lidahnya lembut. Kuluman Ayah membuatku mulai sulit bernapas. Sementara itu tangan Ayah mulai menurunkan tali lingerieku hingga buah dadaku terlihat setengahnya.

Ditariknya tubuhku untuk berdiri dan aku menurutinya. Sambil terus melumat bibirku, kedua tangan Ayah menariknarik lingerieku hingga akhirnya terjatuh di antara kakiku. Ayah mengeluselus punggungku yg sdh tanpa busana dan mendorong tubuhku agar duduk di sofa. Kupandangi Ayah yg sedang membuka kimononya, luar biasa..! Aku menyukai badannya yg berbulu. Lalu Ayah membuka CDnya, aku melongo karena kagum. Batang Ayah sangat panjang dan besar, belum lagi bulubulu di sekitarnya.

Ayah mendekatiku, kemudian berjongkok di antara kakiku. Dieluselusnya organ intimku yg masih terbungkus gstring. Aku melenguh saat jarijarinya mengelus belahan organ intimku. Kemudian Ayah menarik CDku hingga terlepas. Lalu Ayah tersenyum karena melihat organ intimku merekah di depan matanya. Ayah mencium bibirku dan aku membalasnya, kurasakan buah dadaku tergesekgesek bulubulu dadanya yg membuatku kegelian.

Ciumannya makin liar karena telah beralih ke telinga dan leherku. Aku mulai mendesah pelan, kuusapusap rambut Ayah dgn lembut. Ayah meneruskan jilatannya pada puting bagian tubuh kananku, dijilatnya beruputarputar dan berulangulang, membuatku semakin mendesah. bagian tubuh kiriku diremasremasnya dgn lembut. Napasku mulai memburu karena perlakuan Ayah pada kedua buah dadaku. Selama beberapa saat aku hanya mendesadesah.

Ayahh.., ohh.., ohh..!
Ayah ingin menjadikanmu sebagai istriku, kamu mau Marcelin..? tanya Ayah menghentikan jilatannya di buah dadaku.

Aku menatap matanya dan kuanggukkan kepalaku karena aku tdk dapat berpikir apaapa lagi, karena hasratku sdh tinggi. Ayah tersenyum dan melumat bibirku sambil mengeluselus buah dada ku yg sdh basah oleh air liurnya. Lalu Ayah menyuruhku mengangkat kedua kakiku ke atas sofa dan merengganggkannya lebarlebar.

Kemudian Ayah mendekatkan kepalanya di organ intimku yg sdh basah, dan mulai menjilatinya. Aku mendesah saat ujung lidahnya menyentuh organ intimku,

Ohh..!

Ayah terus menjilatinya secara teratur dan berulangulang. Aku menggelenggelengkan kepalaku menahan kenikmatan. Ayah terus menjilatinya dan mulai menyedotnyedot klitorisku. Aku meracau sambil menjambaki rambut Ayah.

Ahh.. teruss.. teruss, enak Yahh..! Ohh..!

Ayah terus menyedotnyedot dan aku pun berteriak seiring dgn menjepit kepala Ayah kuatkuat. Kusemburkan cairan kewanitaanku dan Ayah menjilati dan menghisapnya pelan sekali. Mungkin dia tahu aku menahan ngilu pada organ intimku. Ayah lalu mencium buah dadaku dan menghisapnya cukup lama hingga aku terangsang kembali. Aku langsung menggenggam batangnya yg sdh tegang itu. Kueluselus, kemudian kumkata kasarkkan dlm mulutku. Kujilatjilat, kugigitgigit lembut kepala batangnya. Ayah melenguh mengusapusap rambutku.

Marcelin.. teruss.. Sayangg..! Hisapp teruss Sayangkuu..! Ohh..! desahnya.

Aku terus menghisap dan mengeluarmkata kasarkkan batang Ayah dlm mulutku semakin cepat, kukocokkocok semakin cepat dan kuat.

Akhh.. ErlCintia.. Ayahh.. mauu.. keluarr..!
Crett.. Crett.. Crett..! batang Ayah menembakkan spermanya ke dlm mulutku aku tersedak dan menelan sperma Ayah.

Kuhisaphisap ujung kata kasarnya sampai bersih, Ayah melenguh dan ambruk di sampingku. Kemudian kucium bibir Ayah.

Marcelin sayang Ayah..! ucapku sambil membiarkan Ayah meremas buah dadaku.

Lalu Ayah menggendongku sambil terus melumat bibirku, dibaringkannya tubuhku di samping Edo.

Ayah.., nanti Edo bangun. ucapku pelan.
Ssstttt..! guman Ayah sambil mengangkat Edo dan dibaringkannya di sofa.

Kemudian Ayah mendekatiku dan menindih tubuhku, diciumnya bibirku dgn hangat. Tangannya meremasremas pantatku, lalu bibirnya turun di atas buah dadaku dan diciumnya sambil dihisapnya bergantian. Aku hanya mendesah keenakan ketika dibukanya kedua kakiku dan Ayah berjongkok dan mulai menjilati organ intimku. Aku mendesahdesah tdk kuat, tp Ayah terus menjilati dan menghisaphisap organ intimku yg sdh basah lagi. Ayah pun sepertinya sdh tdk tahan, sehingga diarahkannya batangnya ke lubang organ intimku. Kemudian digesekgesekkannya kepala batangnya yg plontos itu di belahan organ intimku berulangulang. Aku melenguh menahan sensasi nikmat di daerah organ intimku.

Setelah semakin basah, Ayah menekan kepala batangannya untuk mkata kasark lebih dlm pada lubang organ intimku.

Diperlakukan seperti itu aku berteriak,

Akhh.. sakitt.. Yah..!
Tahan sedikit Sayang..! ucap Ayah menenangkanku.

Kemudian Ayah mencobanya lagi hingga berkalikali. Dan akhirnya, Blessh.. Ayah menekan batangnya dlm sekali hingga selaput daraku robek. Aku menjerit menahan nyeri dan merasakan organ intimku begitu sesak.

Ayah mendiamkan aktifitas tubuhnya sambil mengeluselus tubuhku. Tdk terasa air mataku menetes setelah beberapa saat ayah menggerakkan pinggulnya dan mulai mengeluarmkata kasarkkan batang kemaluannya. Aku melenguh nikmat sekaligus perih. Ayah menggenjotku selama 10 menit. organ intimku sdh semakin basah dan aku menjerit karena mendapatkan orgasme lagi. Kurasakan organ intimku berdenyutdenyut. Ayah mendiamkan batang kejantanannya di dlm organ intimku sambil menyedotnyedot buah dadaku.

Kemudian Ayah mencabut batangnya dan menyuruhku menungging. Kurasakan organ intimku dimkata kasarki kembali batang kemaluan Ayah, setelah itu mulai dikeluarmkata kasarkkan kembali ke organ intimku dgn pelan. Sementara itu tangan Ayah masih meremasremas dan menariknarik puting buah dadaku dgn kuat. Aku mulai mendesah menahan rasa nikmat.

Ayahh.., ahh.. teruss.. sodokk.. sodokk.. nikmat sekali..! racauku tdk tahu malu.

Ayah terus menekan dan menarik batangnya semakin cepat, dan aku semakin meracau tdk karuan.

Akhh.., ErlCintia suka.. ohh.. teruss.. ahh..!

Ayah terus meyodok organ intimku dgn kuat, aku pun memajumundurkan pantatku sehingga persetubuhan kami sangat menggairahkan. Aku dan ayah mendesahdesah penuh kenikmatan.

Ohh.. auhh.. akhh..! aku pun makin keras mendesah.

Ayah semakin cepat mengeluarmkata kasarkkan batang kejantanannya.

Ahh.. Marcelin mau keluarr.. Yahh..! teriakku karena aku akan orgasme.

Ayah semakin gencar menyodoknyodok organ intimku sambil terus menariknarik dan meremasremas buah dadaku. Sodokansodokan pada organ intimku membuatku menjerit karena merasa tdk tahan lagi.

Akhh.. ehhmm..! lenguhku.

Tubuhku lemas sambil memeluk Ayah kuatkuat. Karena Ayah belum orgasme, Ayah terus mengeluarmkata kasarkkan batangnya tanpa memperdulikan organ intimku yg masih ngilu.

Ohh.. ahh.. ErlCintia engga kuatt.. aughh..! teriakkanku malah makin membuat Ayah semakin cepat menghujamkan batangnya pada organ intimku.
Ayahh.. hampirr.. Sayang.., tahan sebentar.. ohh..! lenguh Ayah.

Lalu kurasakan Ayah memelukku eraterat seiring dgn tembakan spermanya, rasanya hangat dan nikmat. Tubuhku lunglai dan Ayah masih mendiamkan batangnya berada dlm organ intimku. Kami berpelukan sambil mengatur napas.

Setelah agak tenang, Ayah mencabut batangnya. Kemudian kami berciuman dgn mesra, lidah kami saling berpaut diselingi hisapanhisapan Ayah di lidahku. Tangan Ayah tentu saja meremasremas buah dadaku. Semakin lama kami semakin terangsang kembali. Ayah memainkan puting buah dadaku, dijilatjilatnya dgn rakus dan terus menghisap dgn penuh hasrat. Aku mulai mendesah merasakan organ intimku basah kembali. Ayah meneruskan jilatannya ke perutku, kemudian menyuruhku mengangkat dan melipat kedua kakiku ke atas hingga berada di antara kepalaku. Dgn posisi ini sdh jelas organ intimku yg basah terbuka lebar di depan matanya.

Ayah menjilatjilat organ intimku sambil menusuknusukkan lidahnya di antara belahan organ intimku. Mendapat rangsangan seperti itu aku mendesah tdk terkendali lagi.

Ohh.. Ayahh.. enak sekali.. teruss.. ohh.. hisapp teruss..! Hisapp.. organ intimk Marcelin.. ohh..!

Ayah semakin cepat menghisaphisap organ intimku yg banjir oleh cairan kewanitaanku. Aku semakin merengganggkan kedua kakiku lebarlebar agar Ayah lebih leluasa melakukan gerakannya.

Jilatanjilatan di organ intimku yg enak itu membuatku memohonmohon.

Ohh.. Ayahh.., mkata kasarkkan..! ErlCintia.. mohon..! pintaku pada Ayah.

Ayah pun menggesekgesekkan batang kejantanannya di organ intimku yg becek. Aku melenguh nikmat, mulutku mendesisdesis tdk tahan. Ayah memkata kasarkkan batangnya pada lubang organ intimku.
Penetrasinya itu membuatku terus meracau,

Oh.. nikmat Yahh.. mmmpphhhhh.. lebih cepat.. ohh.. nikmat sekali.. sodok.. terus.. organ intim Marcelin Yahh..! Akhh.. mmff.. ohh..!
Iya Sayangku. Ayahh.. suka organ intim kamu.. ohh.. ErlCintia..! racau Ayah membalasku.

Genjotan ayah di organ intimku semakin cepat dan liar hingga terasa menyentuh rahimku.

Marcelin.. mau keluar Yahh.., ohh..! teriakku.
Ayahh.. juga Sayang.., ohh..!

Crett.. Crett.. Crett..! Kami berdua menjerit, bersamaan itu kurasakan tembakan sperma Ayah yg kuat. Ayah mencium bibirku. Karena kelelahan, kami pun tertidur lelap.

Paginya saat kami bangun, Edo naik ke ranjang.

Dia yg tdk mengerti apapun tersenyum manis sambil berkata,

Edo juga mau.. bobo ama Bunda Marcelin yah.

Kami hanya berpandangan dgn penuh kemesraan sambil memeluk Edo.

Keesokannya ketika aku datang ke kamar Ayah, dia sedang berbaring di tempat tidur. Kudekati dan duduk di tepian ranjang.

Kenapa Edo dan Cintia pergi jalanjalan tanpa Ayah..? tanyaku pada Ayah.
Ayah sedikit pusing Sayang. jawab Ayah sambil tersenyum.
Hmm.. Marcelin pijit ya..? Ayah pun mengangguk.

Aku pun memijit dahi Ayah sambil menatap matanya. Mungkin karena gemas, Ayah menarik kepalaku dan mencium bibirku dgn lembut, lalu dikulumnya dan dihisaphisapnya lidahku, aku pun membalasnya. Tibatiba tubuhku ditarik ke sampingnya dan Ayah menindihku sambil menciumi leherku, kemudian kembali lagi melumat bibirku yg basah.

Ayah menarik baju ketat yg kupakai. Aku pun membantu Ayah melepaskan seluruh pakaiannya hingga kami berdua telah tanpa busana. Lalu Ayah berbisik di telingaku.

Sayang.., Ayah ingin bercinta dgnmu. aku hanya tersenyum.

Tanpa dikomando, Ayah mencium bibirku dan tangannya sibuk meremasremas buah dadaku.
Aku pun mulai meresponnya dgn desahan,

Ahh.. Ayahh..!

Ayah meneruskan jilatannya ke leherku, ketiak dan mengakhirinya di buah dada kiriku. Dijilatinya seluruh buah dada ku hingga basah.

Lalu Ayah berdiri menuju selangkanganku. Aku pun mengangkangkan kedua kakiku dan kurasakan jari Ayah menyibakkan organ intimku. Jilatan lidahnya membuatku tersentak dan medesah tdk karuan, apalagi Ayah melakukannya berulangulang. Refleks kakiku bergerak menjepit kepala Ayah, tp Ayah memegangi kedua kakiku agar tetap dlm posisi mengangkang. Yg kurasakan saat itu adalah jilatanjilatan Ayah yg sungguh luar biasa. Cairan kewanitaanku meleleh keluar terus menerus.

Ohh.. Ayahh.. Marcelin engga kuatt lagi.. ahh..! jeritku sambil mencengkram seprei yg kami tiduri.

Setelah hampir 10 menit menjilati dan menghisaphisap organ intimku, akhirnya aku mencapai orgasme, kujepit kepala Ayah. Ayah pun bangkit, kemudian tubuhku ditindihnya, bibirnya mencium bibirku dgn sangat berhasrat. Tangannya tdk mau kalah meremasremas buah dadaku dgn kuat. Lalu Ayah bersimpuh di antara pahaku dan menggesekgesekkan jempolnya di belahan organ intimku yg masih basah.

Aku medesah keenakan,

Ahh.. Ayahh.. enakk.. Sayangg.., nikmat sekalii..!

Aku semakin membuka kakiku lebarlebar, Ayah dgn sigap mengarahkan batang kejantanannya yg sdh menegang itu ke organ intimku. Lalu kurasakan gesekangesekan kepala batang kata kasarnya yg sangat enak dan hangat.

Ohh.. Ayahh.., teruss.. Sayangg.. aughh.. nikmat sekali..!

Ayah pun menekan batang kemaluannyanya hingga amblas.

Akhh..! jeritku.

Lalu ayah mengeluarmkata kasarkkan batangnya. Saat itu juga aku mendesahdesah lagi, cairan kewanitaanku mulai keluar dari organ intimku.

Ayah nampaknya mengerti keadaanku, sehingga dCintiaikkannya tempo gerakannya. Ditarik.. ditekan.. berulangulang. Dgn refleks kugoyang pinggulku ke kanan dan ke kiri. Akhirnya aku merasakan ada kekuatan yg menjalar di organ intimku.

Aku meracau keras,

Ahh.. Sayang.. teruss.., Ayahh.. ohh.. ohh.. Marcelin.. mauu..

Ayah pun ikutan meracau,

Iya.. Sayang.. ayo keluarkan.. ayo..! Agar organ intimmu bisa meremas kata kasarku..! Aohh..!

Tanpa dapat kami bendung lagi, aku dan Ayah menjerit bersamaan.

Ayahh.. keluarr.. ohh..!
Ayahh.. ohh..! jeritku sambil berpelukan dgn erat.

Kurasakan lelehan cairan keluar dari organ intimku. Ayah mencium bibirku, tubuh kami terkulai lemas.

Beberapa saat kami terdiam sambil berpelukan. Lalu Ayah menyuruhku berdiri di dekat meja. Aku menurutinya saat satu kakiku dCintiaikkan di atas meja dan kedua tanganku bertumpu pada dinding. Ayah mencium bibirku, sedangkan tangan kirinya mengorekngorek organ intimku yg terbuka lebar. Aku mendesis saat jarijari ayah menggesekgesek klitorisku.

Ahh.. Sayang.., teruss..! Ohh organ intim Marcelin.. ohh..! racauku.

Ayah tersenyum dan menimpali racauanku, tetapi tangannya masih mengorekngorek organ intimku yg sdh lembab.

Kenapa organ intim kamu Marcelin sayang..?
Ohh.. Ayahh.. organ intim ErlCintia.. basahh.. Yahh.. ohh..! jawabku sambil melenguh tdk kuat.
Iya.. Sayang, organ intim kamuu basah.. Ayahh.. suka. Nanti kata kasar Ayah akan bersarang di sana sayangku..!

Mendengar katakata jorok Ayah, aku semakin gila dan terangsang.

Ohh.. Ayahh.. teruss.. lebihh.. cepatt..! Marcelin.. mauu.. ucapku lirih.
Mau.. apaa.. Sayang..? ucap Ayah sambil terus menggesekgesekkan klitorisku yg semakin besar.
Ohh.. ErlCintia.. mauu.. kata kasar Ayahh.. ahh.. Ayahh.. mkata kasarkin dong..! organ intim.. ErlCintia.. inginn.. kata kasar.. Ayahh..! jawabku tdk terkendali lagi.
Baikk.. Sayang.., organ intimmu sdhh tak tahan ya..? Rasakan kata kasar.. Ayahh.. ini.. ohh..! ucap Ayah sambil mengarahkan batang kejantanannya pada lubang organ intimku dan menggesekkannya ke atas ke bawah.. berulangulang.

Aku medesah penuh kenikmatan,

Ohh.. nikmat.. Yahh.. mkata kasarkkan lagii.. ohh..! pintaku pada Ayah.

Ayah pun langsung menekannya hingga amblas pada organ intimku.

Akhh..! jeritku menahan rasa sakit.
Ayah mengeluarmkata kasarkkan batangnya dgn cepat. Aku semakin menjerit histeris.
Oh.. Ayahh.. enakk.. kata kasarmu.. mkata kasarkk.. organ intimku.. ohh..!
Iya.. Sayang.. terimalahh.. kata kasarku.. oughh..! lenguh Ayah sambil terus menggenjot organ intimku semakin cepat.

Gerakanku semakin liar, napas kami turun naik menahan kenikmatan yg telah sampai pada ubunubun kepala kami.

Akhirnya aku menyerah sambil menjerit keras,

Ahh.. Sayang.. organ intim.. Marcelin.. mauu.. keluarr.. ohh..!
Iya.. Ayah.. jugaa.. tahan.. Sayangku.. rasakan.. pejuhku.. yg banyak ini.. ohh..!
Ayah, ErlCintia.. ohh.. ohh..! desahku menyambut orgasme yg kurasa akan meledak.
Iyaa.. Sayang, keluarkan.. Sayang.. Ayahh.. ingin.. organ intim.. kamu mejepit kata kasar Ayahh.. ahh..! racau Ayah menggenjotku keras dan sangat cepat.

Aku dan Ayah organ intimik bersamaan,

Akh.. ohh..!
Crett.. Crett.. Crett..! sperma Ayah memenuhi organ intimku.

Ayah memelukku erat sambil menahan tubuhku yg sdh ambruk pada pundaknya. Dicabutnya batang kata kasarnya, kemudian kujilati hingga bersih. Kami pun naik ke ranjang dan tertidur.

Cerhubungan dewasa Cerhubungan dewasa Cerita Cerita mesum Cerita Dewasa
139 0